Tiga Pejabat Militer Myanmar Ditolak Masuk AS karena Kekejaman pada Muslim Rohingya

Min Aung Hlaing (AFP)

Oleh: Nurcholis |

 

Indonesiainside.id, Jakarta–Pemerintahan Amerika Serikat telah melarang panglima tertinggi militer Myanmar  Jenderal Min Aung Hlaing dan tiga pejabat militer lain,  Soe Win, Than Oo dan Aung Aung memasuki Negara itu atas alasan “pelanggaran HAM berat ” dan “kekejaman” terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya.

“Kami telah menetapkan individu ini berdasarkan informasi yang kredibel atas keterlibatan para komandan ini dalam pelanggaran hak asasi manusia yang berat, “kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan hari Selasa (16/7).

“Kami tetap prihatin bahwa pemerintah Burma tidak mengambil tindakan untuk bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia, dan ada laporan lanjutan bahwa militer Burma masih melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan pelecehan di seluruh negari,” ujarnya dikutip Washington Post, Selasa (16/7).

Aksi kekerasasan militer Burma (Myanmar)  telah memicu kecaman internasional dan mendorong lebih dari 700.000 etnis Muslim Rohingya lari Bangladesh, jumlah yang terus meningkat di tengah kekerasan yang sedang berlangsung.

Kekerasan dipicu penyerangan sejumlah pos polisi oleh kelompok militan di Rakhine pada Agustus 2017. Alih-alih menangkap para pelaku, militer Myanmar justru mengusir, menyiksa, hingga membunuh etnis Muslim Rohingya.

Beberapa bulan sebelum keputusan Departemen Dalam Negeri AS, Duta Besar AS untuk Myanmar, Scot Marciel, telah berkonsultasi dengan anggota senior Liga Nasional untuk Demokrasi Aung San Suu Kyi, para pemimpin etnis dan aktivis terkemuka mengenai efektivitas sanksi, menurut sumber yang tak mau disebut namanya, kata Marciel dan pejabat AS lainnya guna melihat efektifitas sanksi kepada para pemimpin militer.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here