Turki Minta Amerika Serikat Tak Dukung PKK/YPG

- Advertisement -

Oleh: Nurcholis |

 

Indonesiainside.id, Ankara–Menteri Pertahanan Turki telah memberitahu timpalannya dari AS dalam percakapan telepon bahwa Turki berharap AS sepenuhnya mengakhiri dukungannya buat kelompok teror PKK/YPG.

- Advertisement -

Hulusi Akar mengatakan Turki akan berkewajiban untuk menciptakan zona amannya sendiri kalau-kalau kedua negara itu gagal menciptakan pandangan yang sama, kata satu pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan nasional pada Senin (29/7) dikutip Anadolu.

Kementerian tersebut mengatakan Akar mengucapkan selamat kepada Mark Esper atas jabatan barunya sebagai Menteri Pertahanan AS dan mereka membahas rencana mengenai zona aman di Suriah Utara.

Akar menekankan bahwa mereka takkan membiarkan satu koridor teror di Turki Selatan dan Turki ingin memastikan keamanan dan keselamatan bukan hanya untuk negeri dan rakyatnya tapi juga buat kelompok agama dan etnik seperti Kurdi, Arab, Assyria, Kristen dan Yazidi yang tinggal di wilayah tersebut.

Akar juga menekankan bahwa Turki satu-satunya negara yang mampu, efisien dan terkait untuk menyediakan pengawasan atas zona aman di Suriah Utara, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu – dikutip ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan zona aman tersebut mesti diciptakan berdasarkan kriteria yang meliputi pengambilan semua senjata dari anggota PKK/YPG di zona aman, menghapuskan organisasi teror dari zona aman –yang mesti mencapai luas 30 sampai 40 kilometer , penghancuran semua terowongan PKK/YPG, tempat berlindung, perlengkapan dan amunisi di daerah itu, yang akan dikuasai oleh Turki melalui koordinasi dengan AS.

Mengenai program jet tempur F-35, Akar menyatakan Turki bukan hanya konsumen proyek tersebut tapi juga penanam modal dan mitra produksi, dan program itu mesti berlanjut sesuai rencana.

Dalam lebih dari 30 tahun aksi teror terhadap Turki, anggota PKK –yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa– telah bertanggung-jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan, anak kecil dan bayi.

Sejak 2017, Turki dan AS telah terlibat pertengkaran mengenai keputusan Turki untuk membeli S-400, sistem pertahanan rudal buatan Rusia, dan AS mengancam akan memutuskan kontraknya untuk menjual jet F-35 kepada Turki gara-gara pertikaian itu. (ck)

Berita terkini

Kasus Baru Covid-19 Tertinggi Hari Ini: Jatim 353 Kasus, Sulsel 180, Jakarta 140 dan Jateng 134

Indonesiainside.id, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan kasus baru Covid-19 sebanyak 1.301 orang sehingga secara akumulasi menjadi 60.695 kasus...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Pengintip Pengunjung Starbucks Kenal dan Senang kepada Korban

Indonesiainsise.d, Jakarta - Pelaku pengintipan terhadap pengunjung wanita di Starbucks melalui kamera pengintai "Closed Circuit Television" (CCTV) ternyata kenal dan juga senang kepada korban. "Keterangan...

Pameran Karya Maestro Renaisans Raphael Kembali Dibuka di Roma

Indonesiainside.id, Roma - Pameran "Raffaello 1520-1483", sebuah pameran retrospektif terbesar tentang kehidupan dan karya maestro zaman Renaisans Raphael, dibuka kembali untuk umum di Scuderie...

22.000 Ekor Babi di NTT Terserang Demam Babi Afrika

Indonesiainside.id, Kupang - Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur melaporkan bahwa hingga akhir Juni 2020 jumlah babi yang mati akibat terserang virus African Swine Fever...

Berita terkait

PM Prancis Edouard Philippe Tiba-Tiba Mundur, Ada Apa?

Indonesiainside.id, Paris - Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe bersama kabinetnya mengundurkan diri hari ini Jumat (3/7). Pengunduran dirinya dan seluruh pemerintahannya disampaikan kepada...

Kasus Infeksi Covid-19 di Thailand Tembus 3.000 Orang

Indonesiainside.id, Jakarta - Jumlah infeksi Covid-19 di Thailand naik menjadi 3.180 pada Jumat, setelah ada penambahan 1 kasus baru. Juru bicara penanganan Covid-19 Thailand Taweesilp...

Dewan Imigrasi Kanada Rilis Laporan Upaya ‘Pembersihan’ Gulenist di Turki

Indonesiainside.id, Jakarta - Dewan Imigrasi dan Pengungsi Kanada (IRB) telah memperbarui datanya dalam laporan tahunan 2020 mengenai tentang upaya 'pembersihan' massal di Turki yang...

Teroris di Dua Masjid Selandia Akan Divonis Bulan Depan

Indonesiainside.id, Auckland - Vonis hukuman bagi teroris Australia yang melakukan pembantaian di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 2019 akan dijatuhkan bulan depan. Penembakan...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here