PBB: Militer Myanmar Lakukan Genosida terhadap Muslim Rohingya

Oleh: Nurcholis

Indonesiainside.id, New York--Militer Myanmar harus menggentikan penggunakan kekerasan seksual dan berbasis gender untuk meneror dan menghukum etnis minoritas Muslim, menurut sebuah laporan baru yang dirilis Misi Pencari Fakta PBB hari Kamis.

“Kekerasan fisik yang ekstrem, keterbukaan di mana hal itu dilakukan … mencerminkan budaya toleransi yang meluas terhadap penghinaan dan kesengajaan atas penderitaan fisik dan mental yang parah atau penderitaan pada warga sipil,” kata laporan itu.

Laporan itu juga menyimpulkan, militer Myanmar atau Tatmadaw bermaksud melakukan genosida terhadap etnis Muslim Rohingya ketika mereka mengusir ratusan ribu etnis itu pada tahun 2017.

PBB juga mengatakan, pemerintah Myanmar gagal memenuhi tanggung jawabnya, berdasar Konvensi Genosida, untuk menyelidiki dan menghukum tindakan genosida.

“Kami diminta menyelidiki pelanggaran hak asasi, tanggung jawab dasarnya ada pada Tatmadaw,” kata Radhika Coomaraswamy, pakar dalam misi PBB saat merilis laporan tersebut.

Misi itu melukiskan taktik brutal yang digunakan di negara bagian Kachin dan Shan. Hal ini menggarisbawahi bahwa selama “operasi pembersihan” 2017, yang menyebabkan lebih dari lebih dari 700.000 etnis Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine, Myanmar utara, bulan Agustus dan September 2017, setelah serangan oleh gerilyawan Rohingya terhadap pasukan keamanan di sana menyebabkan militer melakukan pembalasan. Etnis Rohingya terus mencari perlindungan di kamp pengungsi di Bangladesh, negara tetangga Myanmar.

Misi pencari fakta itu berfokus pada kekerasan seksual dan berbasis gender, yang dilaporkan secara luas oleh para penyintas yang tiba di Bangladesh.

Laporan ini juga menyimpulkan, Tatmadaw menunjukkan “niat melakukan genosida” terhadap kelompok minoritas Muslim itu dengan “secara sengaja merusak kondisi kehidupan perempuan dan anak perempuan Rohingya yang diperhitungkan akan membawa kehancuran bagi Rohingya secara keseluruhan atau sebagian.”

Hal ini termasuk pembunuhan sistematis dan perkosaan beramai-ramai atas perempuan yang masih subur, dan mutilasi atau perusakan organ seksual mereka. Juga banyak serangan atas perempuan hamil dan bayi, yang jelas melanggar hukum internasional.

“Komunitas internasional harus meminta militer Myanmar untuk memperhitungkan rasa sakit luar biasa dan penderitaan yang ditimbulkannya terhadap orang-orang dari semua jenis kelamin di seluruh negeri,” kata Ketua Misi Pencari Fakta PBB, Dr Marzuki Darusman sebagaimana dikutip laman resmi PBB hari Kamis (22/8).

Tim pencari fakta mengakui tidak diizinkan memasuki Myanmar, tapi laporannya disusun didasarkan melalui wawancara dengan sekitar 300 korban dan saksi-saksi yang berada di luar Myanmar.

Sebagian besar serangan yang dilaporkan ditujukan kepada wanita dan gadis yang dipukuli, dibakar dengan rokok, disayat dengan pisau, diperkosa dan ditahan sebagai budak seksual di pangkalan militer. Laporan itu juga mendokumentasikan kasus-kasus pemerkosaan, ketelanjangan paksa dan penyiksaan seksual terhadap pria dan anak lelaki.

“Untuk pertama kalinya dalam laporan PBB seperti itu, kami jelas menyoroti kekerasan terhadap orang-orang transgender,” kata pakar Christopher Sidoti. “Kami berbicara dengan wanita transgender Rohingya, dan mendapati mereka menjadi korban dua kali, karena mereka adalah Rohingya dan karena mereka transgender.”

Coomaraswamy mengatakaan, kekerasan ini adalah taktik dasar yang dilancarkan oleh militer Myanmar untuk menghukum penduduk sipil etnis Rohingya.

Misi menyimpulkan, kekerasan seksual yang dilakukan oleh militer adalah “bagian dari strategi yang disengaja dan terencana dengan baik untuk mengintimidasi, menteror dan menghukum penduduk sipil” dan niat genosida militer Myanmar untuk menghancurkan populasi Muslim Rohingya. (CK)

Berita terkait

Tiga Perwira Militer Myanmar Dinyatakan Bersalah atas Insiden Pembantaian Muslim Rohingya

Indonesiainside.id, Rakhine – Tiga perwira dinyatakan bersalah oleh pengadilan militer Myanmar. Pihak militer yang menyelidiki kekejaman pembantaian terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine...

Pakar PBB Sebut Pembunuhan Jenderal Soleimani Langgar Hukum Internasional

Indonesiainside.id, Jenewa – Seorang penyelidik senior hak asasi manusia PBB mengatakan serangan terhadap Komandan Tinggi Iran Letnan Jenderal Qassem Soleimani sebagai pelanggar hukum internasional....

PBB: Waspadai Wabah Laten dari Hewan

Indonesiainside.id, Jakarta - PBB memperingatkan dunia bahwa wabah akan terus muncul jika pemerintah tidak mengambil langkah-langkah aktif untuk mencegah penyakit zoonosis (penyakit yang berasal...

Sampah Elektronik Dunia Kian Menggunung, Asia Penyumbang Terbesar

Indonesiainside.id, New York - Global E-Waste Statistic Partnership (GESP) Organisasi di bawah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurus sampah elektronik, melaporkan jumlah sampah elektronik yang...

18.000 Muslimah Rohingya Diperkosa Militer dan Polisi Myanmar

Indonesiainside.id, Brussels - Uni Eropa secara tegas mendesak Myanmar untuk bertanggung jawab atas nasib muslim Rohingya yang sangat teraniaya akibat pembersihan etnis yang dilakukan....

Proses Evakuasi 113 Korban Jiwa Tanah Longsor Myanmar

Indonesiainside.id, Hpakant - Korban jiwa Insiden tanah longsor di lokasi penambangan batu giok, di Hpakant, Negara Bagian Kachin, Myanmar, Kamis (2/7) mencapai 113 orang. Hujan...

113 Orang Tewas, dalam Bencana Tanah Longsor di Tambang Batu Giok Myanmar

Indonesiainside.id, Yangon - Sedikitnya 100 mayat penambang batu giok ditarik dari timbunan lumpur, setelah tanah longsor melanda area tambang di Myanmar utara, Kamis (2/7)....

UNICEF: Anak Kekurangan Gizi di Indonesia Bertambah akibat Pandemi

Indonesiainside.id, Jakarta - Badan Anak PBB atau United Nations International Children's Fund (UNICEF) menyebutkan pandemi Covid-19 menyebabkan peningkatan jumlah anak-anak yang mengalami masalah gizi...

Berita terkini

Badai Petir Terjang 147 Orang dalam 10 hari, Sehari Sempat Sambar 83 Orang Hingga Tewas

Indonesiainside,id, New Delhi – Sebanyak 46 orang disambar petir di India utara, pada Sabtu (4/7). Korban terbaru tersebut, bergabung dengan ratusan orang yang tewas...
ads3 mekarsari

Penjualan Mobil Honda Naik, Didukung Promosi Secara Daring

Indonesiainside.id, Jakarta - Honda Prospect Motor (HPM) mencatatkan penjualan 2.488 unit mobil pada Juni 2020, naik 93 persen dibandingkan penjualan Mei. Lebih dari 50...

Riset: Covid-19 Menyebabkan Kerusakan Otak dan Saraf

Indonesiainside.id, Jakarta - Sebuah penelitian baru menemukan dampak yang membahayakan dari infeksi virus corona. Selain kerusakan paru-paru, infeksi Covid-19 dapat menyebabkan kerusakan otak,...

Penolak Reklamasi Ancol Diwarnai Aksi Bakar Ban

Indonesiainside.id, Jakarta - Aksi bakar ban meramaikan aksi demonstrasi beberapa pemuda dan mahasiswa di depan gerbang Ancol Barat, Jakarta Utara. Mereka menolak reklamasi pantai...

Berita utama

Malaysia Laporkan Hanya 5 Pasien Sembuh, tapi Kasus Barunya 3 Orang, Nihil Meninggal selama 24 Hari

Indonesiainside.id, Jakarta - Malaysia melaporkan hanya 5 pasien sembuh dari kasus Covid-19 di negara itu. Namun, kasus barunya per hari ini, Selasa (8/7), hanya...

Jika Warga di Makassar Masih Bandel Juga, Mendagri Minta Gugus Tugas Sulsel Tak Kalah Garang

Indonesiainside,id, Makassar - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak kalah garang dari warga yang...

Data Bocor, Masih Amankah Bertransaksi di Tokopedia?

Indonesiainsie.id, Jakarta - Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menilai bahwa Tokopedia masih memiliki jaringan yang cukup aman untuk para penggunanya dalam melakukan...

Tommy Restui Kader Partai untuk Menjewer Anggota yang Ingin Munaslub

Indonesiainside.id, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), memberikan restu kepada DPP dan DPW Partai Berkarya untuk melaksanakan Musyawarah...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here