Pengamat: Dunia Bakal Berpikir Jokowi Bukan Presiden Kaliber Internasional

Jokowi: Reformasi Birokrasi Adalah Kunci
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pakar ilmu politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit, mengkritisi ketidakhadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang tahunan PBB. Pasalnya, selama lima tahun periode pertama kepemimpinnya, sudah lima kali Jokowi absen dalam sidang itu.

Mantan wali kota Solo itu selalu mendelegasikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk menghadiri acara internasional itu. “Mungkin kalau terus-terusan lima tahun seperti itu, orang berpikir Presiden Indonesia bukan kaliber internasional,” kata Arbi saat dihubungi di Jakarta, Senin (23/9).

Menurut dia, sikap Jokowi itu tak baik diteruskan. Semestinya, kata Arbi, kepala negara hadir langsung tanpa harus diwakili. Jika yang hadir wakil presiden, maka esensi kepala negara di sidang PBB tak ada. “Mungkin fungsional oke. Tapi dalam segi pride, harga diri, mungkin itu agak berbeda,” kata dia.

Kemarin, Indonesia lagi-lagi diwakili Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Sidang Umum Tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). JK tiba di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, Sabtu (21/9) malam waktu setempat.

Menlu Retno Marsudi menyambut JK yang telah berada di AS sejak Ahad (15/9) pekan sebelumnya. Selama periode Kabinet Kerja Jokowi-JK, Wapres JK selalu hadir mewakili Jokowi di sidang umum tahunan PBB.

Di Hotel Westin New York, tempat JK menginap, berkumpul juga sejumlah menteri. Selain Retno, ada Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, dan; Duta Besar RI untuk AS, Mahendra Siregar.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here