Empat Gajah Mati Diracun Warga Desa di Sri Lanka

Gajah Mati
Ilustrasi gajah mati. Foto: Istimewa

Oleh: Nurcholis

Indonesiainside.id, Colombo- Setidaknya empat gajah ditemukan tewas di Sri Lanka tengah hari Jumat, membuat polisi mencurigai hewan-hewan ini diracuni penduduk desa.

Hampir 200 gajah dibunuh setiap tahun di negara itu sebagian besar oleh para petani setelah hewan-hewan itu dianggap merusak tanaman mereka.

Polisi mengatakan seekor gajah betina dan seekor gajah jantan berada di antara empat bangkai yang ditemukan di hutan lindung dekat Sigiriya, situs Situs Warisan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya PBB (UNESCO).

“Kami telah menghubungi dokter hewan dan pakar satwa liar untuk melakukan otopsi,” kata seorang petugas polisi di Sigiriya sekitar 175 kilometer utara Kolombo dikutip AFP.

Dia menambahkan bahwa polisi mencurigai ada gajah lain yang telah mati tetapi tidak dapat ditemukan sisa-sisanya.

Dia mengatakan ada insiden gajah liar yang menyerang desa dan merusak tanaman di daerah tersebut.

“Kami menduga gajah mungkin telah diracuni dan kami sedang menyelidiki,” katanya, seraya menambahkan bahwa semua mamalia berusia 15 hingga 25 tahun.

Membunuh gajah bisa dihukum mati di Sri Lanka.

Menurut sensus terakhir populasi gajah di Sri Lanka, jumlah itu telah berkurang menjadi 7.000 dibandingkan dengan sekitar 12.000 pada awal abad terakhir, kutip AFP. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here