Tiga Ilmuwan Pengembang Baterai Lithium Ion Raih Hadiah Nobel

John B. Goodenough (twitter)

Oleh: Nurcholis

Indonesiainside.id, London- Sekretaris Jenderal Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia Goran Hansson hari Rabu mengumumkan Sebanyak tiga ilmuwan terkemuka dunia mendapat anugerah Nobel Kimia 2019 atas jasanya dalam melakukan penelitian dan mengembangkan baterai lithium ion.

“John B. Goodenough, M. Stanley Whittingham, dan Akira Yoshino memenangkan Nobel tahun ini,” katanya dikutip Anadolu Agency, saat konferensi pers.

“Baterai lithium ion telah merevolusi kehidupan kita dan digunakan dalam segala hal, mulai dari ponsel hingga laptop dan kendaraan listrik,” demikian Komite Nobel dalam ciutannya di akun twitter.

Goodenough,  menjadi orang tertua yang meraih penghargaan itu karena usianya sudah 96 tahun.

Penerima lainnya, Stanley Whittingham (Inggris) dan Akira Yoshino (Jepang). Ketiga ilmuwan tersebut akan berbagi hadiah sebesar 9 juta kronor Swedia atau sekitar Rp12,9 miliar.

Wittingham mengembangkan baterai lithium fungsional pertama tahun 1970-an, saat itu masih sangat rentan meledak jika digunakan secara massal.

Selanjutnya Goodenough mengembangkan baterai lithium jauh lebih bertenaga. Dan Yoshino menyempurnakannya tahun 1985 dengan mengeliminasi lithium murni dari baterai dan menghasilkan baterai lithium ion pertama yang dapat dikomersialisasi.

Baterai lithium-ion dikenal sebagai baterai ringan yang banyak digunakan dalam perangkat elektronik portabel, seperti telepon genggam dan alat pacu jantung.

Ketiganya juga akan menerima hadiah dari Raja Swedia, Carl XVI Gustaf, dalam upacara formal yang akan dilangsungkan di Stockholm pada 10 Desember, saat peringatan kematian ilmuwan Alfred Nobel tahun 1896.

Pemberian Nobel Sastra akan berlangsung pada Kamis, Nobel Perdamaian pada Jumat, dan Nobel Ekonomi pada Senin pekan depan. (CK)  

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here