Mantan Tentara Serbia-Bosnia Ajukan Banding Atas Pembunuhan Satu Keluarga

Sretko Pavic

Indonesiainside.id, Sarajevo – Mantan tentara Serbia Bosnia Sretko Pavic mengajukan banding terhadap putusan pengadilan atas tuduhan pembunuhan lima warga sipil Bosnia, semua anggota keluarga yang sama, di dekat Prijedor tahun 1992, saat perang yang membantai ratusan ribu Muslim Bosnia.

Sretko Pavic, mantan anggota Kompi Volarska dari Batalyon Ljubija Keenam dari Angkatan Darat Serbia-Bosnia, meminta majelis banding pengadilan negeri Bosnia di Sarajevo hari Kamis untuk membatalkan hukuman yang menuduhnya telah melakukan kejahatan masa perang atau memerintahkan pengadilan ulang.

Pengadilan memutuskan Pavic bersalah pada Juni tahun ini karena ikut serta dalam pembunuhan lima warga sipil di Desa Rizvanovici di daerah Prijedor pada paruh kedua Juli 1992, dan menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara.

Putusan itu mengatakan bahwa warga sipil, yang kebetulan anggota keluarga Causevic, ditangkap di hutan dan kemudian ditahan di sebuah gedung di sebelah pos pemeriksaan di Rizvanovici, kutip Balkaninsight.

Sehari setelah mereka ditahan, Pavic dan prajurit Serbia Bosnia lainnya bernama Pero Stevandic membawa mereka keluar dan membunuh mereka di sekitar gedung sekolah terdekat. Stevandic sejak itu meninggal.

Pihak Pavic mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Pengacara Pavic, Ranko Dakic mengatakan tidak dapat disangkal bahwa anggota keluarga Causevic terbunuh di desa Rizvanovici, tetapi Pavic bukanlah pembunuhnya.

Dakic menjelaskan bahwa seorang saksi yang dilindungi dengan nama sandi S-1 adalah satu-satunya saksi mata atas pembunuhan tersebut dan menuduhnya berusaha mengalihkan kesalahan kepada Pavic dengan kesaksian palsu.

“Saksi S-1 memberikan kesaksian palsu … Saksi S-1 mengarang semua ini dengan tujuan menghindari tanggung jawabnya sendiri,” kata Dakic.

Dia juga mengatakan bahwa pasukan dari Kompi Ljeskarska berpartisipasi dalam menahan Causevics, sementara Pavic adalah anggota Kompi Volarska.

Pavic juga berbicara di pengadilan, dengan mengatakan ia hanya mendengar tentang kasus tersebut setelah dituduh membunuh keluarga.

“Saya tahu saya tidak ada hubungannya dengan ini, saya tahu saya dihukum secara tidak adil,” katanya.

Sementara itu jaksa berpendapat bahwa banding pembelaan harus ditolak karena tidak berdasar dan putusan yang menghukum Pavic ditegakkan.

“Bukti-bukti yang menjadi dasar putusan pengadilan [tingkat pertama] belum secara serius dipertanyakan,” kata jaksa penuntut Sedin Idrizovic.

Banding akan menyerahkan keputusannya pada tahap selanjutnya.

Mahkamah kejahatan perang PBB telah menghukum beberapa mantan pemimpin militer dan pejabat Serbia Bosnia atas pembantaian Muslim pada semasa perang tahun 1992-1995.

Pada 12 Februari 2002, mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic berjudul “Penjagal dari Balkan’ disidang  di Den Haag, Belanda dengan didakwa melakukan genosida dan kejahatan perang di Bosnia, Kroasia, dan Kosovo.

Sedang Radovan Karadžić diadili dan terbukti melakukan kejahatan genosida semasa Perang Bosnia-Herzegovina tahun 1992-1995. Terbukti terlibat pula dalam aksi pengepungan kota Sarajevo selama 43 bulan dan menewaskan sekitar 12.000 orang serta dalam pembantaian lebih dari 8000 pria dewasa dan anak-anak warga Muslim di Srebrenica pada Juli 1995.

Sementara  Radco Mladic, ‘Sang Jagal Bosnia’ dan bekas komandan militer Serbia Bosnia, dinyatakan bersalah atas pembantaian terhadap Muslim Srebenica, Bosnia timur pada 1995. Mahkamah Pidana Internasional untuk Bekas Yugoslavia, di Den Haag, Belanda mengadilinya akan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pengadilan hanya mengakui kematian lebih dari 7.000 Muslim Bosnia dalam pembantaian di Srebrenica di masa itu.

Namun statistik resmi yang dirilis pada 2005 mengungkapkan jumlah korban tewas dalam perang Bosnia lebih rendah daripada yang diperkirakan. Jumlah korban tewas sesungguhnya mungkin di atas ratusan ribu jiwa.(CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here