Mendapat Suara Terbanyak, Indonesia Terpilih Kembali Menjadi Anggota Dewan HAM PBB

Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyampaikan press statement tentang terpilihnya kembali Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM (DHAM) Periode 2020-2024. Rabu malam, PBB membuat voting tertutup untuk menentukan 4 negara yang akan duduk di kursi keanggotaan. Hasilnya, sidang majelis umum PBB menetapkan bahwa Indonesia terpilih sebagai anggota dewan HAM PBB engan perolehan suara tertinggi 174 voting dari negara kawasan Asia-Pasific.

“Alhamdulillah terima kasih banyak kepada teman-teman dan team yang sudah bekerja keras sejak tahun lalu melakukan lobbying dan kampanye melalui pencalonan Indonesia sehingga Indonesia dapat memenangkan kompetisi ini,” jelas Menlu di Kantor Kementerian Luar Negeri, Rabu malam, (17/10).

Menlu Retno menuturkan, terpilihnya Indonesia merupakan suatu amanah dan bukti kepercayaan masyarakat internasional kepada Indonesia. Dia mengatakan amanah ini akan bersama-sama ditunaikan sebaik mungkin. Retno lalu menceritakan bahwa terpilihnya Indonesia merupakan kerja bersama dan telah melalui proses yang sangat panjang.

“Dalam beberapa bulan terakhir, team pencalonan melakukan pertemuan intensif dengan hampir kepada kepala negara seluruh anggota PBB. Diplomat Indonesia serempak bergerak mendapatkan dukungan. Saya juga masih melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri negara lain untuk memastikan Indonesia mendapatkan dukungan hingga akhir,” ucap Retno

Pasca terpilihnya Indonesia sebagai salah satu negara perwakilan Asia-Pasific di DHAM PBB, Retno mengutarakan bahwa lobby masih terus dilakukan. Dengan slogan kampanye ‘True Partner for Human Rights, Development, and Social Justice’, prioritas serta visi misi Indonesia yaitu, mendorong dan melindungi kemajuan HAM, baik di kawasan maupun di tingkat global, dan Indonesia akan memperkuat kemitraan dengan pemangku kepentingan dan pembangunan masyarakat melalui aksi sosial di bidang HAM untuk periode 2020-2024.

Retno menekankan bahwa Indonesia mempunyai kesempatan untuk membuat dewan HAM menjadi lebih objektif, adil, transparan, dan non-politis serta emparsial dan membuka diri untuk seluruh pihak. Tak hanya itu, Retno mengatakan, Indonesia akan terus meningkatkan kapasitas bangsa melalui kerjasama internasional tentang HAM. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here