Ribuan Warga Lebanon Turun Jalan Protes Kebijakan Pajak Baru, termasuk WhatsApp

Indonesiainside.id, Beirut-Ribuan orang Lebanon berkumpul di jalan jalan Ibu Kota hari Kamis untuk memprotes penanganan pemerintah terhadap krisis ekonomi.

Protes terbesar dalam beberapa tahun, setelah pengumuman pemerintah untuk memperkenalkan pajak baru termasuk penggunaan Whatsapp.

Pengunjuk rasa mempertanyakan apakah pemerintah, yang ditunjuk kurang dari setahun yang lalu, akan bertahan.

Salah satu politisi utama negara itu, pemimpin Partai Sosialis Progresif dan mengatakan kepadanya bahwa mereka “dalam kesulitan besar”.

“Saya lebih suka jika kita mengundurkan diri bersama,” katanya kepada Hariri dikutip Al Jazeera.

Para pemrotes bentrok dengan pasukan keamanan di dekat sebuah markas besar pemerintah di Beirut. Dapat dipahami bahwa oposisi didorong oleh kondisi ekonomi dan diperburuk oleh krisis keuangan.

“Kami tidak di sini hanya karena Whatsapp, kami di sini untuk segalanya seperti bahan bakar, makanan, roti, dan sebagainya,” kata pengunjuk rasa Beirut di Abdullah.

Protes dimulai dengan beberapa belas orang mendatangi di pusat kota Beirut dengan adanya rencana menerapkan pengenaan pajak 2 sen atau sebesar Rp 30 ribu untuk pengiriman pesan di internet termasuk Whatsapp, Facebook Calls dan Face Time.

Selain usulan pengenaan pajak untu penggunaan internet, pemerintah Lebanon juga akan meningkatkan pajak untuk rokok dan BBM dalam rancangan APBN tahun 2020.

Protes ini kemudian dengan cepat menyebar menjadi demo besar yang terjadi di sana, sejak adanya krisis sampah di tahun 2015 dengan ribuan orang melakukan unjukrasa di seluruh negeri.

Sampai pagi ini, ratusan pengunjuk rasa masih berkumpul di pusat kota, Riad al-Solh dan beberapa dari mereka mengibarkan bendera Lebanon. Di dekatnya, puluhan pengendara sepeda motor berkeliaran di jalan dan membakar ban.

Kementerian Pendidikan mengumumkan bahwa sekolah ditutup hari ini setelah protes.

Lebanon menghadapi beban utang, pertumbuhan yang tidak stabil, infrastruktur, dan ketegangan dalam sistem keuangannya terkait dengan berkurangnya aliran modal masuk. Nilai mata uang Lebanon, yang telah ditahan terhadap dolar selama dua dekade, telah di bawah tekanan.

Sebelumnya, Kabinet memperkenalkan ukuran penghasil pendapatan baru, menyetujui biaya 20 sen per hari untuk panggilan suara melalui Internet Protocol (VOIP), yang digunakan oleh aplikasi termasuk Facebook dan Whatsapp.

Menteri Informasi Jamal al-Jarrah mengatakan Kabinet akan membahas proposal untuk menaikkan pajak sebesar dua persen pada tahun 2021 dan dua persen pada tahun 2022, naik sebesar 15 persen.

Namun setelah protes dimulai di Lebanon, Menteri Telekomunikasi Mohamed Choucair menghubungi penyiar Lebanon untuk mengumumkan bahwa retribusi yang diusulkan pada panggilan Whatsapp telah dibatalkan.

Menteri Dalam Negeri Raya El Hasan memperingatkan bahwa negara itu sendiri dapat runtuh jika pemerintah jatuh.

Protes datang di tengah memburuknya krisis ekonomi dan keuangan di Lebanon yang banyak disalahkan pada sejumlah kecil politisi sektarian yang telah memerintah negara itu sejak perang saudara 15 tahun berakhir pada 1990.

Menteri Telekomunikasi Mohamed Choucair yang muncul d televisi setelah protes terjadi mengatakan bahwa Perdana Menteri Saad Hariti telah memintanya untuk mencabut usulan pengenaan pajak Whatsapp. (CK)

Berita terkait

Ribuan Orang Demonstrasi Menentang Larangan Berhijab di Belgia

Indonesiainside.id, Brussel - Ribuan orang berkumpul di Mont des Arts untuk demonstrasi menentang larangan menggunakan hijab di universitas-universitas Brussels, Minggu (5/7) di Brussels, Belgia. Demonstrasi...

Demo Black Lives Matter Berlanjut di Portland Setelah Berlangsung 38 Hari

Indonesiainside.id, Portland - Polisi menggunakan gas air mata dan senjata yang tidak mematikan saat berlangsungnya demonstrasi 'Black Lives Matter' di Portland, Oregon, Amerika Serikat,...

Krisis Ekonomi Sebabkan 20 Sekolah Lebanon Tutup, 10.000 Guru Terancam Kehilangan Pekerjaan

Indonesiainside.id, Beirut-- Sekitar 20 dari 1.629 sekolah swasta di Lebanon akan ditutup dan 10.000 akibat krisis ekonomi. Sementara 63.000 guru diperkirakan akan kehilangan pekerjaan,...

Rakyat Sudan Turun Jalan Serukan Reformasi

Indonesiainside.id, Khartoum - Warga Sudan menggelar demonstrasi meminta implementasi penuh tujuan revolusi dari pemerintah interim di timur pusat kota Khartoum, Sudan, Selasa (30/6). Ribuan warga...

Demonstrasi Penolakan TKA China Jadi Tontonan Warga Desa Ambaipua

Indonesiainside.id, Kendari - Demonstrasi penolakan ratusan tenaga kerja asing (TKA) asal China di simpang empat Bandara Haluoleo Kendari, Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe...

Ini Kriteria Perusahaan Pemungut PPN Produk Digital Impor

Indonesiainside.id, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjelaskan kriteria pelaku usaha yang akan ditunjuk sebagai pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas...

Tuntut Pangkas Dana Polisi, Hampir Sepekan Pengunjuk Rasa Duduki Balai Kota New York

Indonesiainside.id, New York - Ratusan pengunjuk rasa di New York City (NYC) melakukan aksi menginap di luar Balai Kota di Lower Manhattan selama hampir...

Keruntuhan Ekonomi Lebanon Picu Krisis Pangan Meluas

Indonesiainside.id, Beirut – Runtuhnya perekonomian di Lebanon, semakin mempersulit warga untuk membeli kebutuhan pokok, termasuk makanan dan air bersih. Nilai mata uang mereka jatuh...

Berita terkini

Pemkab Kudus Tunda Beri Izin Pesta Nikah

Indonesiainside.id, Kudus - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menunda pemberian izin kepada warga yang hendak menggelar acara pernikahan maupun pentas kesenian, menyusul naiknya grafik...
ads3 mekarsari

Ancam Keamanan Wilayah Teluk, Arab Saudi Desak Komunitas Internasional Ambil Sikap Tegas terkait Nuklir Iran

Indonesiainside.id, Riyadh – Arab Saudi meminta masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap Iran, dan bahwa langkah-langkah yang tepat harus diambil untuk melanjutkan embargo...

Ke Salon Kecantikan saat Pandemi Amankah?

Indonesiainside.id, Jakarta--Beberapa klinik kecantikan sudah mulai beroperasi kembali di era kenormalan baru, namun sebagian masyarakat masih merasa takut untuk melakukan perawatan secara langsung. Sebenarnya...

Kemendikbud Lepas 100 Persen Dana BOS, Kepala Sekolah Merdeka Asal Tidak Disalahgunakan

Indonesiainside.id, Sukabumi - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melepas 100 persen dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke sekolah-sekolah. Para kepala sekolah diberi kemerdekaan atau...

Berita utama

Jika Warga di Makassar Masih Bandel Juga, Mendagri Minta Gugus Tugas Sulsel Tak Kalah Garang

Indonesiainside,id, Makassar - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak kalah garang dari warga yang...

Data Bocor, Masih Amankah Bertransaksi di Tokopedia?

Indonesiainsie.id, Jakarta - Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menilai bahwa Tokopedia masih memiliki jaringan yang cukup aman untuk para penggunanya dalam melakukan...

Tommy Restui Kader Partai untuk Menjewer Anggota yang Ingin Munaslub

Indonesiainside.id, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), memberikan restu kepada DPP dan DPW Partai Berkarya untuk melaksanakan Musyawarah...

Partai Berkarya Siap Berkompetisi di Pilkada 2020

Indonesiainside.id, Jakarta - Partai Berkarya siap berkompetisi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 Desember mendatang. Persiapan menghadapi perhelatan politik lokal itu disampaikan dalam rapat...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here