Warga Rohingnya Terjebak Bentrokan Tentara Arakan dan Militer Myanmar

Indonesiainside.id, Rathedaung –Desa-desa Rohingya yang tersisa di Rathedaung terperangkap dalam bentrokan antara milisi Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) dan Militer Myanmar (MM). Keberadaan mereka di tanah Arakan yang tidak dianggap melayani kepentingan militer maupun Rakhine, menyebabkan keselamatan dan keamanan mereka tidak menjadi perhatian.

Pada tanggal 12 Oktober siang hari, para milisi ARSA mengambil posisi di sepanjang dan di belakang Desa Arkar Taung (Rohingya) dan militer berada di sisi Desa Kine Tine Yak Khone, di mana keduanya saling menembak selama sekitar seperempat jam di desa itu.

Akibat bentrok ini  membuat banyak rumah warga Rohingya yang terkena dampak dan rusak, beberapa penduduk desa harus terpaksa harus melarikan diri dari desa, kutip Rohinya Vision, Kamis (17/10).

Sebelumnya, tanggal 11 Oktober, juga terjadi bentrokan di sekitar Desa Sin Khone Tine di mana ARSA menggunakan desa sebagai perisai menyebabkan penduduk meninggalkan desa sebelum badai peluru menghantam rumah mereka.

Kelompok milisi yang terdiri dari 25 orang, diduga anggota ARSA menggerebek desa yang sama pada tanggal 7 Oktober sekitar jam 1:30 siang. Mereka menjarah barang-barang berharga dan menghancurkan rumah warga.

Beberapa rumah Rohingya yang irampok dibawah todongan senjata di Desa Sin Khone Tine Rathedaung oleh kelompok bersenjata berbahasa Rakhine sekitar pukul 4 pagi 6 Oktober 2019.

Seorang lelaki tua Rohingya bernama Siddique Ahmed, 65, ditembak mati oleh militer Myanmar di Buthidaung, Negara Bagian Arakan pada 8 Oktober sekitar pukul 8:30 pagi.

Sebulan sebelumnya, 15 September, bentrok antara AA dan militer Myanmar menyasar Desa Thar Beik Taung (secara lokal dikenal dengan Harawn Khali) di Buthidaung selatan, menyebabkan seorang pria Rohingya bernama Abdul Karim, 47 terkena peluru dan meninggal di tempat.

Setelah operasi pembersihan oleh militer tahun 2017,  ada empat desa Rohingya, dari sekitar dua lusin masih tersisa di Rathedaung.  Keempat desa adalah Argar Taung, Kan Seit, Sin Khine Tine dan Lunn Taung dan total ada sekitar 875 keluarga di keempat desa ini.

Etnis Muslim Rohingya di Rathedaung menderita kemiskinan ekstrem karena pembatasan pergerakan sementara, desa mereka menjadi medan perang kedua kelompok bersenjata.

Tentara Penyelamat Rohingya Arakan atau  Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) beroperasi di Negara Bagian Rakhine di Myanmar utara, tempat mayoritas Muslim mendapat kekerasan dan persekusi militer dan kelompok Buddha.

ARSA mulai muncul tahun 2013, itu bertujuan untuk “membela, menyelamatkan dan melindungi” kelompok etnis Rohingya dari penindasan negara. Dalam sebuah wawancara dengan Asia Times, mereka menyebut aksi pembelaannya “sejalan dengan prinsip pertahanan diri”.

Pada Agustus 2017, mereka menyerang pos militer Myanmar di luar Rakhine. Serangan  yang menyebabkan tewasnya beberapa tentara Myanmar menjadikan militer lakukan aksi pembersihan dan menjadi cikal-bakal gelombang pengungsi Rohingya ke Bangladesh. (CK)

Berita terkait

Tiga Perwira Militer Myanmar Dinyatakan Bersalah atas Insiden Pembantaian Muslim Rohingya

Indonesiainside.id, Rakhine – Tiga perwira dinyatakan bersalah oleh pengadilan militer Myanmar. Pihak militer yang menyelidiki kekejaman pembantaian terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine...

Pemutusan Internet di Rakhine Masuki Tahun Kedua

Indonesiainside.di, Yangon--Pemutusan jaringan internet di Rakhine, negara bagian Myanmar, digambarkan oleh kelompok hak asasi manusia sebagai salah satu yang terpanjang di dunia. Hari ini...

Tentara Myanmar Mengaku Melakukan Penyiksaan

Indonesiainside.id, Yangon- Militer Myanmar mengakui anggotanya melakukan tindakan kekerasan terhadap tahanan di negara bagian Rakhine. Tindakan ini terungkap setelah rekaman video kepala korban juga...

Covid-19 Membuat Militer Myanmar Lebih Berani Menyerang Etnis Minoritas

Indonesiainside.id, Naypyidaw – Seorang pakar Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, mengklaim bahwa militer Myanmar sedang melakukan kejahatan perang terhadap etnis minoritas di negara itu....

Kendaraan Milik WHO Ditembaki saat Antar Sampel Swab Covid-19 di Myanmar

Indonesiainside.id, Yangon - Sebuah kendaraan milik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ditembaki oleh orang tak dikenal, di negara bagian Rakhine barat, Myanmar, Selasa (21/4). Dilaporkan...

Delapan Orang Tewas di Rakhine, Militer Myanmar Bantah Terlibat

Indonesiainside.id, Rakhine- Sebanyak delapan orang ditembak mati di Rakhine pada hari Senin (13/4). Pihak berwenang Myanmar membantah bahwa pasukan mereka terlibat dalam insiden itu. Menurut...

48 Etnis Rohingya Ditahan di Myanmar setelah Lari dari Kamp Pengungsian Bangladesh

Indonesiainside.id, Pathein- Sebanyak 48 pengungsi Rohingya ditahan angkatan laut Myanmar hari ini. Mereka berusaha melarikan diri dari kamp-kamp pengungsi di Bangladesh atau Rakhine, kutip...

Kelompok HAM: Kekerasan Meningkat di Rakhine Meski Ada Perintah Mahkamah Internasional

Indonesiainside.id, Dhaka-Kelompok HAM Rohingya mengatakan pembunuhan dan kekerasan seksual meningkat di negara bagian Rakhine meskipun ada perintah dari Mahkamah Internasional (ICJ) agar Myanmar melindungi...

Berita terkini

Kasus Narkoba, Anak Wakil Wali Kota Tangerang Ditangkap

Indonesiainside.id, Jakarta - Polda Metro Jaya membenarkan ada penangkapan terhadap anak seorang wakil wali kota Tangerang berinisial AKM dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Kabid Humas Polda...
ads3 mekarsari

Wall Street Dibuka Menguat Tipis, Dow Jones Berjuang Tahan Kenaikan

Indonesiainside.id, New York - Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, dibuka sedikit lebih tinggi pada pembukaan perdagangan Kamis pagi waktu...

Pekerja Pabrik di Kabupaten Bekasi Dites Usap Massal

Indonesiainside.id, Cikarang - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan tes usap massal kepada para pekerja pabrik di Kabupaten Bekasi. Tes massal itu digelar di...

Imbas Covid-19, Hotel Bintang Dua di Karimun Tutup

Indonesiainside.id, Karimun - Hotel bintang dua, Hotel Paradise di Jalan Setiabudi, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tutup memasuki fase normal baru di tengah...

Berita utama

WNA Prancis Predator Seks Anak di Bawah Umur Kerap Pukul Korban

Indonesiainside.id, Jakarta - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkapkan warga negara asing (WNA) yang menjadi tersangka kasus eksploitasi seksual anak, Francois...

Aniaya untuk Paksa Saksi Jadi Pelaku Pembunuhan, Jajaran Polsek Percut Sei Tuan Dimutasi

Indonesiainside.id, Medan - Kompol Otniel Siahaan dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Percut Sei Tuan dan digantikan oleh AKP Ricky Pripurna Atmaja yang diamanahkan sebagai...

Jokowi: Lampu Merah Lagi, Hari Ini Kasus Positif Tinggi Sekali

Indonesiainside.id, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan jumlah penambahan kasus positif Covid-19 pada Kamis ini sangat tinggi, dan itu menunjukkan pertanda lampu merah. Hal...

Desember 2019 hingga Juni 2020, Predator Seks Asal Prancis Mangsa 305 Anak di Bawah Umur di Jakarta

Indonesiainside.id, Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) asal Prancis bernama...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here