Saudi Mungkin Membolehkan Jamaah Perempuan Pergi Haji Tanpa Wali Laki-laki

Indonesiainside.id, Jeddah – Kaum perempuan kemungkinan dibolehkan untuk melakukan haji tanpa wali pria, kutip Arab News, Ahad (20/10).

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi saat ini dikabarkan sedang melakukan kajian untuk mengeluarkan visa kunjungan untuk tujuan pariwisata dan umrah sekaligus.

Untuk saat ini, jika ada perempuan melaksanakan perjalanan ke Arab Saudi, diwajibkan bersama dengan mahram (wali laki-laki) atau  ditemui pada saat kedatangan di Kerajaan Saudi. Jika mereka ikut dalam rombongan tur, meskipun wanita di atas usia 45 tahun, dapat bepergian tanpa mahram.

Proses itu diharapkan akan membuka jalan bagi kemungkinkan perempuan untuk datang ke Arab Saudi tanpa perlu mahram.

Jika perempuan bepergian dengan kelompok dan tanpa mahram, mereka diharuskan menyerahkan surat notaris yang tidak ada keberatan dari seseorang yang dapat dianggap mahram mereka, yang mengizinkan perjalanan haji atau umrah dengan kelompok itu.

Tanggal 27 September lalu, untuk pertama kalinya Saudi membuka pintu untuk turis asing dengan membuka program visa kunjungan untuk 49 negara di seluruh dunia, sebuah kebijakan untuk meningkatkan pendapatan kerajaan di sektor pariwisata.

Perusahaan travel Umrah telah menyuarakan keprihatinan mereka tentang dampak regulasi baru ini, mengatakan mereka akan kalah dan peringatan sekitar 200 perusahaan travel akan meninggalkan pasar jika pihak berwenang tidak turun tangan.

Marwan Abbas Shaban, Kepala Komite Nasional untuk Haji dan Umrah, mengatakan setiap perusahaan travel Umrah wajib memiliki dua cabang, mempekerjakan 20 staf dan menghabiskan setidaknya SR1 juta (Rp 3,7 Miliar) per tahun bahkan jika tidak menerima satu jamaahpun. Mayoritas perusahaan yang beroperasi di sektor ini kecil dan tidak tahan biaya seperti itu, tambahnya.

“Kami selalu mencari pejabat untuk berinteraksi dengan kami dan kami meminta otoritas yang lebih tinggi untuk mempertimbangkan tuntutan kami,” katanya kepada Arab News.

Shaban mengatakan ada sekitar 750 perusahaan Umrah dan Haji berizin, tetapi hanya sekitar 500 di antaranya ada di pasar dan mereka hanya berjalan pada 1 persen dari kapasitas mereka.

Sektor Umrah lebih menguntungkan daripada sektor industri, tambahnya, dan menunjuk pada nilai tanah di kota suci Makkah.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Dr. Mohammed Saleh Benten menyetujui pembaruan untuk layanan Umrah setelah pertemuan dengan Komite Nasional untuk Haji dan Umrah untuk membahas pembaruan peraturan dan instruksi untuk perusahaan-perusahaan Umrah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdulfattah Mashat mengatakan setelah pertemuan bahwa pembaruan termasuk mengizinkan semua kategori keanggotaan IATA (Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional) – termasuk agen perjalanan, sertifikat WTO, atau sertifikat keanggotaan Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia – sebagai persyaratan untuk kelayakan suatu agen eksternal.

Pembaruan kementerian juga termasuk memberi para peziarah fleksibilitas yang lebih besar pada opsi-opsi transportasi, Mashat menambahkan, dan dapat diakses di portal yang memungkinkan umat Islam di seluruh dunia untuk melamar paket perjalanan Umrah secara digital.

Portal www.maqam.com sebuah platform online, yang dirancang agar umat Islam dari seluruh dunia dapat mengajukan permohonan paket Umrah secara digital.

Hampir 1,1 juta orang menfaatkan Maqam dalam fase uji coba tahun lalu, memungkinkan mereka untuk memilih antara lebih dari 30 perusahaan yang menyediakan perjalanan, akomodasi, dan kebutuhan lainnya untuk perjalanan menuju Makkah dan Madinah. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here