Pembangunan Kereta Gantung Dinilai sebagai Cara Israel Tutupi Pencaplokan Tanah Palestina

Indonesiainside.id, Jerusalem-Rencana Israel untuk membangun kereta gantung melewati rumah warga di Kota Tua Palestina mencetuskan kemarahan berbagai pihak.

“Proyek kereta gantung Israel adalah pelanggaran cabul terhadap karakter budaya, sejarah, spiritual, geografis & demografi Jerusalem. Ini juga merupakan serangan ilegal terhadap kota Palestina yang diduduki & orang-orangnya yang telah tinggal di sana selama berabad-abad,”  demikian ciutan pejabat senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hanan Ashrawi melalui akun Twitter.

“Proyek kereta gantung Israel adalah pelanggaran terhadap aset budaya, sejarah, spiritual, geografis dan demografis Jerusalem,” tambahnya dikutip Reuters, Jumat (8/11).

Khaled Al-Zeer, seorang warga Silwan mengaku terancam dengan dibagunnya rute kereta gantung di dekat tempat tinggalnya.

“Rencana itu memberi kesan seolah itu Kota Yahudi, dan akan menghapuskan warisan Palestina bila fondasi proyek dibagun di tanah kami,” ungkapnya dikutip Middle East Monitor (MeMO).

Fakhry Abu Diad, seorang penduduk Silwan, mengatakan kepada MEE bahwa proyek tersebut adalah rencana Israel terbesar yang belum “menuju Judaise Jerusalem“.

“Ini akan menghalangi dan mengganggu panorama Kota Tua, termasuk bangunan Muslim dan Kristen, dan inilah yang diinginkan pendudukan itu, untuk menutupi bangunan bersejarah yang membuktikan orang lain ada di Jerusalem,” katanya.

Proyek kereta gantung ini direncanakan siap beroperasi tahun 2021, masih harus memenangkan persetujuan akhir dari pemerintah.

Usulan untuk membangun kereta gantung ditujukan untuk membawa sekitar 3.000 turis dan jamaah satu jam ke barat dari Jerusalem ke timur Kota Tua dalam waktu empat menit berkendara.

Pemerintah mengatakan skema bernilai 220 juta shekel akan mengatasi kemacetan parah kendaraan di daerah yang terkena dampak dengan turis dan penduduk mengunjungi beberapa tempat suci Muslim, Kristen dan Yahudi.

“Proyek strategis ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata di Kota Tua Jerusalem,” demikian Menteri Warisan Budaya Israel, Zeev Elkin.

Namun Aviv Tatarsky dari Ir Amim, sebuah LSM Israel yang meneliti konflik Israel-Palestina atas Jerusalem, mengatakan kepada Middle East Eye (MEE) kereta gantung bukanlah jawaban untuk lalu lintas yang padat dan bahwa proyek tersebut memiliki lapisan politik yang bertujuan memberikan legitimasi kepada para pemukim di daerah tersebut.

Penjajah Israel telah menduduki Jerusalem Timur sejak Perang Timur Tengah 1967, dan menempatkan ratusan warganya di sana bertentangan dengan hukum internasional. Kota Tua dan lingkungan yang berdekatan dari Silwan terletak di timur kota, yang dicari Palestina sebagai ibu kota negara bagian masa depan.

“Proyek ini adalah cara untuk menutupi pencaplokan wilayah Israel di Silwan untuk digunakan untuk alasan arkeologis dan wisata,” kata Tatarsky.

Dengan mendatangkan puluhan ribu pengunjung ke Silwan, kehadiran pemukim di daerah itu seakan menjadi normal, katanya.

Sekitar 2.500 pemukim Israel tinggal di lingkungan Jerusalem Timur Silwan, Ras al-Amud dan Sheikh Jarrah, dikerdilkan oleh 150.000 warga Palestina di sana.

Di Silwan, 500 pemukim hidup di bawah pengawasan ketat polisi dan keamanan swasta, di antara 25.000 warga Palestina.

Beberapa keluarga Palestina yang telah tinggal di Silwan selama beberapa generasi telah diusir dari daerah itu oleh Israel untuk membuat taman arkeologi di sana dan mengakomodasi pemukim Yahudi.

Stasiun terakhir kereta gantung, Gerbang Maroko (Bab al-Magharibeh) akan dibangun di atas sebuah bangunan yang dimiliki oleh kelompok pemukim kontroversial ELAD, yang mengelola taman arkeologi City of David (Kota Daud) dan membangun pemukiman Yahudi di lingkungan tersebut.

“Jika seseorang ingin pergi ke Tembok Barat Kota Tua, mereka harus melalui pusat aktivitas ELAD. Proyek ini akan memberikan legitimasi dan pengaruh ELAD, karena mengambil bagian dalam proyek pemerintah. Ini adalah alasan politis mengapa pemerintah melakukan proyek ini, ”kata Tatarsky.

Asosiasi ELAD merupakan kelompok sayap kanan terkenal yang mendukung permukiman ilegal Yahudi di Silwan, Jerusalem (Baitul Maqdis), tepat di luar Kota Tua dan kompleks Masjidil Aqsha. Asosiasi itu juga mengelola situs arkeologi Kota Daud di Silwan dan terus menerus berusaha mengusir penduduk asli, keluarga Palestina dari kawasan itu.

Naser Hidmi, Kepala NGO Committee Anti-Yudaisation Jerusalem, mengatakan kepada MEE bahwa tujuan utama kereta gantung adalah untuk “mengendalikan tempat itu dan menunjukkannya sebagai tempat Yahudi modern.”

“Itu adalah kereta gantung rasis, dan itu akan meningkatkan jumlah pemukim Yahudi di Gerbang Sampah, dan itu akan menghancurkan gambaran historis Jerusalem,” kata Hidmi.

LSM itu, yang mengajukan banding atas keputusan kabinet perumahan, memperingatkan bahwa pusat bersejarah Yerusalem, yang dipadati bangunan-bangunan berusia berabad-abad, akan dirusak oleh kereta gantung modern. (CK)

Berita terkait

Satu Warga Palestina Wafat Ditembak Zionis Israel

Indonesiainside.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel membunuh seorang pria Palestina di Tepi Barat, Kamis(9/7). "Mustafa Yacoub, 29, tewas setelah dia ditembak oleh...

Polisi Israel Secara Membabi Buta Membubarkan Protes Warga Palestina

Indonesiainside.id, Jakarta - Polisi Israel menggunakan kekerasan yang tidak proporsional terhadap warga Palestina yang menggelar aksi protes rencana aneksasi Tel Aviv di Tepi Barat. Polisi...

UNESCO Keluarkan Resolusi Perlindungan Situs Warisan Palestina dari Agresi Israel

Indonesiainside.id, Jakarta - Palestina bergembira atas resolusi terbaru dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang menyerukan perlindungan terhadap situs-situs warisan Palestina...

Prancis, Jerman dan Negara Lainnya Tidak Mengakui Perubahan Perbatasan 1967 di Palestina

Indonesiainside.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri Prancis dan Jerman, Mesir, Yordania, menegaskan bahwa mereka tidak akan mengakui perubahan pada perbatasan 1967 (wilayah yang ada...

Negara-Negara Arab Peringatkan Israel, Jangan Memicu Konflik Baru

Indonesiainside.id, Jakarta - Negara-negara jazirah Arab memperingatkan bahwa tindakan aneksasi ilegal Israel akan memicu konflik baru dan mendorong ekstremisme. Berbicara selama pertemuan virtual yang diselenggarakan...

Pencaplokan Ilegal Tepi Barat akan Memicu Intifada Ketiga Lebih Besar

Indonesiainside.id, Yerusalem – Seorang penasihat Presiden Otoritas Palestina (OP) Mahmoud Abbas memperingatkan bahwa Intifada  (perlawanan) ketiga yang lebih besar dari sebelumnya. Intifada  bisa saja...

Hamas Berkomitmen Gagalkan Semua Konspirasi Melawan Perjuangan Palestina

Indonesiainside.id, Yerusalem – Gerakan perlawanan Palestina  Hamas mengecam rencana Israel untuk mencaplok sebagian besar wilayah Tepi Barat. Kelompok perlawanan paling ditakuti Israel ini rencana...

Tiga Alasan Kenapa Aneksasi Israel atas Palestina Harus Ditolak

Indonesiainside.id, Jakarta - Komisi I DPR RI yang membidangi politik luar negeri dan pertahanan menyatakan sangat mendukung sikap Kementerian Luar Negeri menolak segala bentuk...

Berita terkini

Wanita Lempar Alquran di Makassar, MUI: Sangat Melukai dan Sakiti Hati Umat Islam

Indonesiainside.id, Jakarta - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas menanggapi kejadian wanita di Makassar, Sulawesi Selatan yang melempar-lempar Al-Qur'an. Ia sangat...
ads3 mekarsari

Dianggap Menyesatkan, Media Asing Soroti Menteri Pertanian Indonesia atas Klaim Kalung Anti-Virus Corona

Indonesiainside.id, Jakarta – Ilmuwan Indonesia, Rabu (8/7), membantah klaim Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa kalung yang terbuat dari kayu putih dapat mencegah penularan...

Miris! Tenaga Kesehatan Tangani Covid-19 Kalteng Sering Dapat Perundungan

Indonesiainside.id, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul mengatakan, tenaga kesehatan sering mendapatkan perundungan atau 'bullying' dalam penanganan kasus terkait...

Jamaah Shalat Idul Adha di Bengkulu Diminta Wudhu di Rumah

Indonesiainside.id, Bengkulu - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Bustasar meminta umat Muslim yang melakukan shalat Idhul Adha 1441 Hijriah berjamaah untuk mengambil...

Berita utama

Dianggap Menyesatkan, Media Asing Soroti Menteri Pertanian Indonesia atas Klaim Kalung Anti-Virus Corona

Indonesiainside.id, Jakarta – Ilmuwan Indonesia, Rabu (8/7), membantah klaim Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa kalung yang terbuat dari kayu putih dapat mencegah penularan...

Covid-19 Masih Melonjak, Hari Ini Ada 1.611 Kasus Baru

Indonesiainside.id, Jakarta - Kasus pertambahan Covid-19 terus melonjak dengan kenaikan signifikan. Per hari ini, masih di atas 1.000 kasus. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19,...

Innalillahi, Ditemukan Klaster Baru di Pusdikpom TNI AD Cimahi, 99 Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Cimahi - Wali Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat Ajay M Priyatna membenarkan ada klaster baru penyebaran COVID-19 di Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan...

Tegas, Pemprov DKI Nonaktifkan Lurah Grogol Selatan karena Terbitkan KTP Buron Kakap Joko Tjandra

Indonesiainside.id, Jakarta - Lurah Grogol Selatan Asep Subahan dinonaktifkan karena menjalani pemeriksaan terkait penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama buronan 'kakap' Joko Tjandra. "Jadi...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here