Pengadilan Kejahatan Perang Menyetujui Penyelidikan ‘Genosida’ terhadap Etnis Rohingya

Aparat keamanan berdiri dengan latar belakang sebuah masjid yang dibakar di pinggiran Kota Sittwe di negara bagian Rakhine, 9 Agustus 2013 (Radio Free Asia)

Indonesiainside.id, Den Haaq-Mahkamah Pidana Internasional (ICC) hari Kamis menyetujui penyelidikan penuh atas tuduhan kekejaman terhadap Muslim Rohingya, termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan dan penindasan.

Pengadilan pidana di Den Haag dalam sebuah pernyataan mengatakan jaksa berwenang untuk melanjutkan penyelidikan yang melibatkan dakwaan pidana yang tunduk pada yurisdiksi ICC atas Myanmar, kutip AFP.

Para hakim ICC mengesahkan penyelidikan skala penuh terhadap tuduhan penganiayaan massal dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang memaksa setidaknya hampir sejuta Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar.

Penyelidikan akan fokus pada tuduhan tindakan sistematis kekejaman, pemulangan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan penindasan terhadap orang-orang etnis atau agama dari Rohingya, katanya.

Putusan itu, yang menjadi preseden penting dalam memperluas yurisdiksi pengadilan kejahatan perang, adalah langkah kedua melawan Myanmar minggu ini di Mahkamah Internasional di Den Haag.

Hari Senin, sebuah pengajuan dibuat oleh Gambia ke Pengadilan Kriminal Internasional (IJC) di Den Haaq yang menuduh Myanmar melakukan genosida melalui pembunuhan, pemerkosaan dan penghancuran komunitas di negara bagian Rakhine barat negara itu.

Keputusan ICC, diumumkan pada hari Kamis, mengikuti permintaan Jaksa Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC), Fatou Bensouda, awal tahun ini untuk penyelidikan formal terhadap dugaan pembersihan etnis sejak 2016.

Myanmar bukan merupakan pihak dalam statuta Roma yang membentuk ICC, tetapi tetangganya, Bangladesh, telah menerima yurisdiksi pengadilan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here