Menlu: 2019 Titik Terendah Ekonomi Dunia, tapi IMF Bilang Indonesia Masih Cukup Bagus

- Advertisement -

Indonesiainside.id, Jakarta – International Monetary Fund (IMF) melaporkan bahwa terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia sepanjang tahun ini. Hal itu diungkapkan Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, dalam pertemuan KTT ASEAN di Bangkok beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, pada 2019, pertumbuhan ekonomi dunia mencapai titik terendah sejak terjadinya krisis 1997-1998. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, pun turut membagikan hasil pertemuannya dengan Kristalina di Bangkok ketika itu kepada para pengusaha saat menjadi narasumber acara diskusi di Kantor Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Jakarta, hari ini.

“Jadi pertumbuhan (ekonomi dunia) untuk 2019 diperkirakan 3,2 persen dan untungnya 2020 diperkirakan akan rebound (bangkit) dan kemudian akan ada sedikit kenaikan (jadi) 3,5 persen. Tapi sekali lagi, ini subjek kepada situasi dunia,” ucap Retno di Kantor Kadin, Selasa (19/11).

- Advertisement -

Menlu Retno mengingatkan, meski hanya ramalan, bukan tidak mungkin bahwa angka-angka tersebut akan sesuai jika situasi dunia tidak memungkinkan. Walaupun IMF mengatakan semua negara mengalami pertumbuhan yang melambat, lembaga itu memberikan penilaian yang baik kepada Indonesia maupun ASEAN.

“Pertama, Kristalina mengungkapkan bahwa ekonomi di Indonesia dinilai masih cukup bagus. Ini dinilai dari aspek vibrant dan inklusif ekonomi yang didasarkan pada kebijakan ekonomi,” ucap menlu.

Retno mengatakan, Kristalina juga memuji ekonomi ASEAN yang dirasa sudah cukup baik. “Jadi ASEAN dilihat masih sebagai bright spot di dalam ekonomi dunia yang sedang buruk saat ini,” ujar dia.

Retno mengatakan, IMF mengakui dunia masih dipenuhi dan akan dipenuhi oleh ketidaktentuan, yang setidaknya disebabkan oleh dua hal. “Yaitu threat tension (tegangan ancaman) dan geopolitical tension (tegangan geopolitik). Threat tentunya dari segi ekonominya, dan geopolitical dari aspek politiknya,” ungkap Retno. (AIJ)

Berita terkini

Pakar Militer Rusia Dipenjara Karena Bocorkan Data Rahasia ke Jerman

Indonesiainside.id, Moskow--Pengadilan Rusia, menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun terhadap seorang warga Rusia yang juga sebagai pakar militer, yang diyakini berkhianat dengan menjual rahasia...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Bayi Umur Seminggu di Kudus Terpapar Covid-19

Indonesiainside.id, Kudus--Seorang bayi laki-laki yang berusia sepekan, asal Kecamaan Undaan, Kudus Jawa Tengah terinfeksi Covid-19. Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kudus, Jawa...

Puluhan Wali Murid Demo PPDB di Surabaya, Keluhannya Macam-Macam

Indonesiainside.id, Surabaya - Puluhan wali murid di Surabaya menolak proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP Negeri jalur zonasi dan mitra warga. Mereka beralasan...

113 Orang Tewas, dalam Bencana Tanah Longsor di Tambang Batu Giok Myanmar

Indonesiainside.id, Yangon - Sedikitnya 100 mayat penambang batu giok ditarik dari timbunan lumpur, setelah tanah longsor melanda area tambang di Myanmar utara, Kamis (2/7)....

Berita terkait

Pakar Militer Rusia Dipenjara Karena Bocorkan Data Rahasia ke Jerman

Indonesiainside.id, Moskow--Pengadilan Rusia, menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun terhadap seorang warga Rusia yang juga sebagai pakar militer, yang diyakini berkhianat dengan menjual rahasia...

113 Orang Tewas, dalam Bencana Tanah Longsor di Tambang Batu Giok Myanmar

Indonesiainside.id, Yangon - Sedikitnya 100 mayat penambang batu giok ditarik dari timbunan lumpur, setelah tanah longsor melanda area tambang di Myanmar utara, Kamis (2/7)....

WHO: Jumlah Kasus Virus Corona Timur Tengah Berada pada Ambang Kritis

Indonesiainside.id, Kairo – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Rabu (1/7), memperingatkan bahwa Timur Tengah berada pada ambang batas kritis dalam perang melawan virus corona....

Taiwan Imbau Warganya Tidak Pergi ke Hong Kong

Indonesiainside.id, Taipei--Salah seorang  pejabat otoritas di Taiwan meminta warganya untuk menghindari perjalanan tidak penting dan transit ke Hong Kong, Makau, serta China daratan setelah...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here