Demonstran Pro- Pemerintah Turun Jalan Dukung Pemimpin Tertinggi Iran

Fars

Indonesiainside.id, Teheran-Demonstrans pro-pemerintah pada hari Kamis berkumpul di beberapa kota di Iran, yang telah diguncang oleh kerusuhan, dalam menunjukkan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi dan presiden, kantor berita Fars melaporkan.

Rakyat Iran turun ke jalan-jalan di Shiraz, Isfahan, Qom, Yasouj, Shahroud, Karaj, Kerman, Zahedan dan Bandar Abbas untuk menunjukkan dukungan kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan meneriakkan slogan-slogan menentang “perusuh”, kutip  Xinhua, Jumat (22/11).

Para pegunjuk rasa pro-pemerintah ini meneriakkan slogan-slogan, termasuk ‘kematian bagi AS’, ‘kematian bagi Israel’ dan ‘kematian bagi orang-orang munafik’ – sebuah istilah yang digunakan oleh orang Iran untuk merujuk pada Organisasi Mujahidin-e Khalq (MKO yang juga dikenal sebagai MEK, NCR, NCRI dan organisasi teroris PMOI).

Mereka juga membawa plakat,  mememinta pemerintah untuk meningkatkan upaya untuk mengendalikan harga barang-barang lain setelah keputusan untuk menjatah dan meningkatkan harga bensin, kutip Fars.

Sejumlah besar orang di Tabriz turun ke jalan pada Selasa pagi untuk mendukung keamanan dan kekuatan Republik Iran.

Mereka meneriakkan slogan-slogan, termasuk ‘Protes adalah hak setiap orang, kerusuhan adalah pekerjaan musuh’ dan ‘satu-satunya cara menuju kebebasan adalah kepatuhan kepada Pemimpin’.

Di kota Zanjan massa mengadakan demonstrasi pada Senin sore untuk mendukung Pemimpin Iran dan menunjukkan perlawanan terhadap para “perusuh”.

Hampir 80 toko rantai di Iran digeledah dan dihancurkan para perusuh.

Laporan dari berbagai bagian negeri mullah ini mengatakan bahwa para perusuh pertama-tama menjarah barang-barang di toko rantai dan kemudian membakar toko-toko tersebut. Namun, dalam beberapa kasus, toko dan semua barang dan produk telah dibakar.

Sebagian besar toko rantai yang rusak terletak di kota-kota dekat Teheran, termasuk Marlik, Parand, Shahriar, Robat Karim, Fardis, Malard, Qods, Varamin, dan Hassan Abad, kutip Fars.

Sebuah toko rantai di bagian timur kota Teheran dan beberapa toko lainnya di Isfahan, Alborz, Sanandaj dan Kermanshah dihancurkan dan dijarah.

Perkiraan awal menunjukkan bahwa toko rantai yang diserang telah mengalami jumlah kerusakan hampir 170bln tomans (sekitar $ 17mln).

Seorang pejabat senior keamanan Iran mengatakan pada hari Selasa ada penjahat yang ditangkap selama kerusuhan baru-baru ini, yang  mengakui telah menerima  60 Doalr AS untuk setiap tempat yang terbakar.

“Satu contoh seperti itu berkaitan dengan sejumlah preman yang ditangkap di salah satu provinsi yang diberi uang muka 300.000 tomans (sekitar 30 Dolar AS/Rp 400 ribu) untuk melakukan serangan pembakaran dan 300.000 tomans lain begitu mereka melakukan misi,” Komandan Penegakan Hukum Tingkat Provinsi Hamedan,  Brigadir Jenderal Polisi Bakhsh Ali Kamrani Saleh mengatakan.

Juru Bicara Kehakiman Iran Gholam Hossein Esmayeeli mengumumkan pada hari Selasa bahwa ketenangan telah dipulihkan ke negara itu setelah kerusuhan baru-baru ini yang mulai mengikuti rencana kenaikan harga BBM pemerintah.

Perkiraan awal menunjukkan bahwa kerugian yang ditimbulkan oleh rantai toko berjumlah sekitar 17 juta dolar AS, menurut Fars.

“Rakyat Iran telah berhasil dalam ujian sejarah dan membuktikan mereka tak akan membiarkan musuh memanfaatkan situasi, walaupun mungkin mereka mengeluh dengan pengelolaan negara. Demonstrasi spontan (pro pemerintah) yang kalian saksikan adalah bukti besar kekuatan rakyat Iran,” lanjutnya.

Perkiraan awal sebuah badan intelijen menunjukkan bahwa hampir 87.000 pemrotes ikut mengambil bagian dalam demonstrasi sejak Jumat malam, sebagian besar (lebih dari 93%) laki-laki. Demonstrasi dipicu kebijakan pemerintah yang menjatah dan menaikkan harga BBM hingga 50%.

Iran menuding ‘elemen subversif’ yang didukung Amerika, Israel, dan Arab Saudi berada di balik kerusuhan saat demo..

“(Kekisruhan) diorganisir elemen subversif yang bertindak tepat atas rencana reaksioner regional (Arab Saudi), Zionis (Israel) dan Amerika yang telah dirancang,” kata Rouhani dalam pertemuan kabinet Rabu, dilansir dari BBC, Kamis (21/11).

Iran mengalami kesulitan ekonomi di berbagai lini, menyusul keputusan AS yang menarik diri dari Joint Comprehensive Plan of Action, juga dikenal dengan sebutan kesepakatan nuklir Iran itu dilakukan dalam dua tahap yaitu pada Agustus dan 5 November tahun lalu.

Sanksi AS menargetkan sektor minyak yang telah menjadi jantung ekonomi Iran.

Washington memberlakukan sanksi ke Iran dengan memberikan keringanan 180 hari, yang disebut Pengecualian Pengurangan Signifikan (SRE), ke delapan negara – termasuk Cina, Yunani, India, Italia, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Turki – untuk membantu mereka menghentikan pasokan minyak Iran.

Amnesty International, mengutip “laporan yang kredibel”, mengatakan hari Selasa bahwa pihaknya meyakini sedikitnya 106 orang di 21 kota telah tewas dalam protes di Iran terkait kenaikan harga bensin yang ditetapkan pemerintah.

Amnesty dikutip France 24, menambahkan pihaknya “percaya bahwa jumlah korban sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi, di mana beberapa laporan menyatakan sebanyak 200 telah terbunuh”.

Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan hari Selasa bahwa “belasan” orang mungkin telah tewas dalam aksi protes di Iran sejak hari Jumat. (CK)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here