16 Demonstran Tewas Diserang Kelompok Bersenjata di Baghdad

News24Extra ‏

Indonesiainside.id, Baghdad-Sekelompok pria bersenjata menyerang demonstrasi di ibu kota Irak, Baghdad, menewaskan 16 orang dan melukai 47 lainnya kemarin, kantor berita Cina Xinhua mengutip sebuah pernyataan seorang pejabat keamanan.

Serangan itu terjadi pada sore hari ketika sekelompok pria tak dikenal naik kendaraan roda empat dan menggerebek Al-Khalani Square di pusat kota Baghdad dan melepaskan tembakan secara acak ke puluhan demonstran menggunakan senapan, kata para pejabat.

“Laporan terbaru kami mengatakan bahwa 16 pemrotes tewas sementara 47 lainnya terluka dalam serangan itu, dan beberapa dari mereka dalam kondisi kritis,” kata para pejabat, seraya menambahkan bahwa penembak itu juga membakar beberapa bangunan.

Serangan itu menyebabkan sebagian besar pengunjuk rasa melarikan diri ke daerah dekat Al-Tahrir Square, pusat para pengunjuk rasa berkumpul, serta tempat perlindungan di bangunan dan masjid yang terletak di sekitar tempat kejadian.

Ratusan pengunjuk rasa anti-pemerintah menduduki daerah-daerah di Jalan al-Jumhouriyah dan Jalan al-Rashid di sebelah timur Sungai Tigris dan mengambil kendali atas jembatan di dekat al-Jumhouriyah, al-Sinak dan al-Ahrar, semuanya menuju Zona Hijau.

Zona Hijau yang dulunya dikenal Zona Internasional Baghdad di era kepemimpinan Saddam Hussein, terletak di sebuah tikungan di dekat Sungai Tigris, terdapat kantor presiden, perdana menteri, parlemen, pengadilan tinggi negara dan kedutaan besar AS.

Serangan itu terjadi selama protes yang sedang berlangsung di Baghdad dan kota-kota lain di Irak tengah dan selatan sejak awal Oktober menuntut reformasi menyeluruh, memerangi korupsi, layanan sipil yang lebih baik dan lebih banyak kesempatan kerja serta dijaukannya pengaruh Iran.

Aksi protes terjadi sejak awal Oktober, menewaskan 460 warga Irak dan 17.000 lainnya terluka, kata Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Irak.

Pada 1 Desember, parlemen Irak menerima pengunduran diri Perdana Menteri Adel Abdul-Mahdi di tengah protes terhadap korupsi dan kondisi kehidupan yang buruk di negara itu.

Tuntutan pengunjuk rasa kemudian meningkat menjadi seruan untuk membubarkan pemerintahan Abdel-Mahdi. (CK)

 

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here