Berhasil Taklukkan Kelompok Teroris, Turki Sasar Penghancuran Propaganda Gelap

Direktur Komunikasi Turki, Fahrettin Altun. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Antalya – Republik Turki menikmati keberhasilan melawan kelompok teror. Kini, Turki akan meningkatkan upayanya melawan propaganda gelap terhadap pemerintah.

“Kami akan melancarkan perang yang lebih keras melawan propaganda gelap,” kata Fahrettin Altun, Direktur Komunikasi Turki, yang berbicara dalam satu program pelatihan di Antalya, di Laut Tengah Turki.

Berdasarkan kekuatan regional, kekuatan perunding Turki di wilayah internasional meningkat. “Tujuan kami ialah melakukan pekerjaan yang bernilai dan berkualitas tinggi yang sama dengan kebangkitan negeri kita, yang memiliki suara di wilayah ini dan di dunia,” kata Altun, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu, Ahad (8/12).

Ia menggarisbawahi keberhasilan Turki dalam perang melawan terorisme dan upaya untuk memperlihatkan wajah kelam kelompok teroris yang bergelimang darah kepada dunia.

“Kami menegakkan perjuangan sengit di bidang tersebut secara berbarengan melawan kelompok teroris,” katanya.

Baca Juga:  Survei Seismik Turki di Mediterania Berpotensi Lahirkan Ketegangan dengan Yunani

Ia mengatakan, upaya Turki melawan PKK/YPG, Da’esh/ISIS, dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok teror yang berada di belakang kudeta yang dikalahkan pada 2016 di Turki.

“Untuk ini, Operasi Perdamaian Musim Semi Turki baru saja memperlihatkan bahwa kendati ada semua upaya untuk mengepung kami, kami dapat menegakkan permainan kami sendiri dan menggulingkan proyek rekayasa geopolitik pelaku asing yang sama dengan proyek dari satu abad lalu,” katanya.

Turki melancarkan Operasi Perdamaian Musim Semi pada 9 Oktober untuk menghapuskan anggota YPG/PKK dari Suriah Utara di sisi timur Sungai Eufrat untuk mengamankan perbatasan Turki, membantu kepulangan aman pengungsi Suriah dan menjamin keutuhan wilayah Suriah.

Berdasarkan dua kesepakatan terpisah dengan AS dan Rusia, Turki menghentikan operasi tersebut untuk memungkinkan penarikan anggota YPG/PKK dari zona aman yang direncanakan di Suriah.

Baca Juga:  Minat Wisata Halal Meningkat, 8,5 Juta Muslim Datang ke Turki untuk Liburan Setiap Tahun

Ankara ingin anggota YPG/PKK mundur dari wilayah itu sehingga zona aman dapat diciptakan untuk melicinkan jalan buat kepulangan aman sebanyak dua juta pengungsi.

Dalam kegiatan teror lebih dari 30-tahun melawan Turki, PKK –yang dimasukkan sebagai daftar organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa– telah bertanggung-jawab atas kematian hampir 40.000 orang, termasuk perempuan, anak-anak dan bayi. Milisi YPG adalah cabang PKK di Suriah.

FETO dan pemimpinnya, yang berpusat di AS, Fetullah Gulen, dituduh mendalangi kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, yang membuat 251 orang tewas dan hampir 2.200 cedera.

Ankara menuduh FETO berada di belakang kegiatan lama untuk menggulingkan negara melalui penyusupan lembaga Turki, terutama militer, polisi dan kehakiman. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here