Demonstran Hong Kong Teriaki Polisi, ‘Anjing dan Kecoak’

Demonstrasi di Hong Kong

Indonesiainside.id, Hong Kong – Para demonstran berpakaian hitam mengadakan aksi unjuk rasa anti-pemerintah terbesar di Hong Kong pada Ahad (8/12) kemarin, sejak pemilihan-pemilihan lokal bulan lalu, yang mendorong gerakan pro-demokrasi untuk mengekang kendali oleh Cina.

Untuk pertama kali sejak Agustus Front Hak Asasi Sipil – penyelenggara aksi-aksi yang diikuti sejuta orang awal tahun ini telah menerima izin dari pihak berwenang untuk mengadakan unjuk rasa. Aksi tersebut telah melumpuhkan pusat keuangan Asia tersebut.

Penyelenggara protes memperkirakan 800.000 orang turun ke jalan-jalan sementara polisi mengatakan 183.000.

Baca Juga:  Setelah Hong Kong Dikendalikan UU Keamanan, China Targetkan Taiwan Selanjutnya

Para demonstran yang terdiri atas mahasiswa, kelompok profesional dan kaum lanjut usia meneriakkan “Perjuangan bagi kebebasan! Berdiri bersama Hong Kong!”. Mereka bergerak dari Victoria Park, yang merupakan distrik perbelanjaan yang sibuk, hingga ke kawasan finansial.

Ketika hari mulai gelap, sejumlah pemerotes membuat grafiti ant-Beijing di sebuah gedung Bank of Cina. Polisi yang siaga menahan diri ketika para pemerotes meneriakkan “anjing” dan “kecoak.”

Bekas koloni Inggris itu yang berpenduduk 7,4 juta jiwa beralih di bawah kekuasaan Cina tahun 1997 dan diperintah berdasarkan prinsip “satu Negara, Dua Sistem” yang menjamin kebebasan yang tidak diizinkan di daratan Cina, tetapi banyak yang takut Beijing memperketat cengkeramannya.

Baca Juga:  Dua Aktivis Demokrasi Hong Kong Ditangkap

Cina menyalahkan aksi-aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung enam bulan karena campur tangan pemerintah-pemerintah asing termasuk Amerika Serikat dan Inggris. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here