Sejumlah Pria Bersenjata Membunuh Aktivis terkemuka Irak

Fahem Abu Ali Al-Tae’ie (Arab News)

Indonesiainside.id, Riyadh-Seorang aktivis terkemuka Irak telah dibunuh di provinsi Karbala di tengah meningkatnya kekerasan terhadap demonstran anti-pemerintah, Al Arabiya melaporkan.

Sebuah geng menyerang aktivis sipil Fahem Abu Ali Al-Tae’ie menggunakan senjata peredam suara, kata laporan itu.

Tiga peluru dilaporkan ditembakkan ke arah aktivis  itu di luar Hotel Ansar di distrik Al-Baroudi.

“Geng yang tidak dikenal yang dipersenjatai dengan peredam suara membunuh aktivis sipil Fahem Abu Ali al-Taie di Karbala di depan Hotel Ansar di daerah al-Baroudi,” kata sumber yang dikutip Alarabiya.net.

Orang-orang bersenjata melakukan pembunuhan dengan menembakkan tiga peluru ke arah al-Taie ketika dia meninggalkan sebuah kafe di provinsi tersebut.

Baca Juga:  Ledakan Sasar Konvoi Pengangkut Peralatan Militer AS di Dekat Perbatasan Irak-Kuwait

Sebuah video yang dibagikan di media sosial menunjukkan saat orang-orang bersenjata tak dikenal membunuh Fahem  menunjukkan korban turun dari sepeda motor dengan dua pria lain dan sedang diikuti oleh pria bersenjata tak dikenal. Ketika ia turun dari sepeda motor, orang-orang bersenjata bertopeng ditampilkan menembakinya.

Upaya pembunuhan Fahem yang berhasil dilakukan setelah ribuan pengunjukrasa Irak berduyun-duyun ke jalan-jalan dan alun-alun di ibu kota dan bergolak ke selatan pada hari Ahad, dengan mengatakan mereka tidak terhalang oleh kekerasan mematikan yang dimaksudkan untuk “menakuti” mereka, menurut AFP.

Sumber yang dikutip oleh saluran itu mengatakan pasukan keamanan telah menutup situs tersebut. Fahem dikatakan sebagai anggota gerakan Sadrist yang dipimpin oleh ulama Moqtada Al-Sadr.

Baca Juga:  Ledakan Sasar Konvoi Pengangkut Peralatan Militer AS di Dekat Perbatasan Irak-Kuwait

Dia menuduh partai-partai keagamaan sebelum pembunuhannya terlibat dalam pembunuhan aktivis Irak.

Sedikitnya 400 orang telah tewas dan ratusan lainnya cedera sejak protes antipemerintah dimulai pada 1 Oktober lalu. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here