Korban Tewas Unjuk Rasa Antipemerintah di Irak Jadi 424 Orang

Para demonstran Irak mengatur peti mati tiruan dari orang-orang yang terbunuh selama protes anti-pemerintah yang sedang berlangsung di Nassiriya, Irak (Yenisafak)

Indonesiainside.id, Ankara–Setidaknya 424 orang tewas sementara 8.758 lainnya terluka dalam protes anti-pemerintah di Irak yang dimulai pada awal Oktober, kantor berita Turki Anadolu melaporkan mengutip laporan Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI).

Dalam laporan terbarunya yang dirilis Rabu berjudul “Demonstrations in Iraq 2nd update, 5 November-9 Des 2019,” UNAMI mengatakan 170 pemrotes tewas sementara 2.264 terluka dalam periode itu.

UNAMI mengatakan temuan awal menunjukkan bahwa bahwa “penggunaan kekuatan (mematikan dan tidak mematikan) yang melanggar hukum, tidak tepat dan berlebihan serta perlakuan buruk dan pelanggaran hak-hak prosedural dari demonstran yang ditangkap” terjadi selama periode yang dicakup oleh laporan tersebut.

“Pemerintah tidak mengizinkan UNAMI memperoleh statistik resmi rumah sakit tentang cedera psikiatrik dan pribadi yang terkait dengan demonstrasi atau mengunjungi rumah sakit untuk mewawancarai para korban,” katanya.

Laporan UNAMI sebelumnya yang berjudul “Demonstrations in Iraq: update, 25 Oktober – 4 November 2019, yang meliput gelombang kedua protes di Irak, membuat 97 pengunjuk rasa terbunuh.

Dalam gelombang aksi protes pertama, 157 orang tewas sementara 5.494 lainnya luka-luka, menurut laporan paling awal.

Irak telah diguncang oleh protes besar sejak awal Oktober setelah kondisi yang buruk dan marakknya korupsi, memaksa Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi untuk mengundurkan diri. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here