Iran Menangkap Sejumlah Tersangka yang Terlibat Penembakan Pesawat Ukraina

Puing-puing pesawat Ukraina yang jatuh di Teheran. Foto: Ist

Indonesiainside.id, Teheran-Pemerintah Iran telah menangkap sejumlah tersangka yang terlibat jatuhnya sebuah pesawat penumpang Ukraina minggu lalu, kata komisi kehakiman negara itu, Selasa.

Para tersangka ditangkap “atas peran mereka dalam kecelakaan pesawat,” kata juru bicara komisi itu Ghulam Hussein Ismaili dalam pernyataan yang dikutip oleh Press TV.

Penangkapan terjadi setelah Presiden Iran Hassan Rouhani menuntut negaranya untuk membentuk “pengadilan khusus yang dipimpin oleh hakim senior” untuk menuntut mereka yang bertanggung jawab atas tragedi pesawat tersebut, kutip Anadolu Agency.

Iran beralasan pesawat itu “tidak sengaja” ditembak jatuh oleh sebuah rudal setelah terbang menuju situs militer yang sensitif, mengklaimnya sebagai “human error”.

Insiden itu terjadi beberapa jam setelah Iran menembakkan selusin rudal balistik ke pangkalan udara yang menampung pasukan AS di Irak, sebagai tanggapan atas pembunuhan jenderal Iran Qasem Soleimani dalam serangan udara drone AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari.

Baca Juga:  Jika Benar Serius Ingin Membantu, Iran Desak AS Cabut Sanksi terhadap Lebanon

Kecelakaan menyebabkan menyebabkan 176 orang meninggal,  82 orang Iran di antara korban pesawat, selain 63 orang Kanada, 11 orang Ukraina, 10 orang Swedia, empat orang Afghanistan, tiga orang Inggris, dan tiga orang Jerman.

Iran awalnya membantah tudingan bahwa tembakan misilnya menyebabkan jatuhnya pesawat tersebut. Iran bahkan menuduh negara-negara Barat telah “berbohong dan melakukan perang psikologis”.

Namun hari Sabtu, stasiun TV nasional menyiarkan pernyataan yang mengakui pesawat tersebut telah ditembak jatuh.

Komandan Udara Korp Garda Revolusi Iran Brigjen Amir Ali Hajizadeh, menjelaskan kronologis yang telah terjadi.

Baca Juga:  Iran Hukum Pengacara Inggris 10 Tahun Penjara atas Tuduhan Spionase

Pengakuan ini menyebabkan aksi protes kalangan mahasiswa Iran sejak hari Sabtu malam.

“Mereka berbohong dengan mengatakan musuh kami adalah Amerika, musuh kami ada disini,” teriak salah seorang pengunjuk rasa di luar sebuah universitas di Teheran. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here