Mahathir Sap untuk Mengundurkan Diri sebagai Perdana Menteri

Indonesiainside.id, Kuala Lumpur-Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad telah menyatakan kesediaannya untuk segera mengundurkan diri jika diminta dan diputuska oleh Dewan Presiden Pakatan Harapan (PH).

Dia mengatakan masalah itu harus diputuskan bersama dengan semua pihak di PH.

“Saya pikir ini akan diputuskan oleh empat pihak (PH) bersama. Apakah mereka ingin saya pergi atau tidak.

“Jika mereka ingin saya mundur sekarang, saya akan mundur,” katanya dalam konferensi pers setelah meluncurkan Forum Integritas Bank Rakyat 2020 hari Selasa, (14/1) dikutip Sinar Harian.

Dr Mahathir mengatakan ini sebagai tanggapan atas desakan oleh beberapa anggota parlemen Parti Keadilan Rakyat (PKR) yang ingin dia mengundurkan diri sebagai perdana menteri untuk Presiden PKR Datuk Seri Anwar Ibrahim pada Mei tahun ini.

Masa pengunduran diri diusulkan agar Anwar punya cukup waktu untuk melakukan perubahan setelah menjadi perdana menteri.

Masalah ini diangkat melalui forum yang berjudul “Haruskah Malaysia menunggu sampai November untuk transisi ke kekuasaan?”  di Bangsar, Malaysia tadi malam.

Sebelumnya, Dr Mahathir mengatakan dia akan menghormati janjinya untuk mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasannya pada Anwar setelah Malaysia menjadi tuan rumah KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang dijadwalkan untuk November.

Dalam sebuah wawancara dengan media Malaysia September lalu, Tun Dr Mahathir Mohamad telah berjanji untuk mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri sebelum Pemilihan Umum ke-15.

“Saya bekerja 18 jam sehari karena saya tidak punya banyak waktu.”

“Saya berjanji akan mundur sebelum pemilihan umum berikutnya dan memberikan jalan kepada kandidat lain. Jadi, saya mungkin punya tiga tahun lagi.”

“Dalam tiga tahun itu, saya harus menyelesaikan sesuatu,” katanya dikutip Berita Harian.

Mandat pemerintah Pakatan Harapan (PH) untuk memenangkan Pemilihan Umum ke-14 pada 9 Mei tahun lalu akan berlanjut hingga 2023, dengan Pemilihan Umum ke-15 diadakan pada atau sebelum itu.

Mahathir sebelumnya menyatakan bahwa ia akan mengundurkan diri setelah dua tahun menjabat.

Perjanjian bersama antara para pemimpin partai komponen PH juga telah menyatakan bahwa Ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU) akan mengundurkan diri dari jabatannya kepada Presiden PKR, Datuk Seri Anwar Ibrahim, pada tanggal yang tidak diketahui.

Pada bulan Juni, dalam sebuah wawancara dengan koresponden CNBC Tanvir Gill di Bangkok, Thailand, Dr Mahathir menegaskan kembali pendiriannya bahwa ia akan mengundurkan diri dan menyerahkan posisinya ke Anwar dalam waktu tiga tahun. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here