Hati Imam Masjid Uganda Ini Hancur setelah Tahu ‘Istrinya’ Berjenis Kelamin Pria

Indonesiainside.id, Kampala- Mohammed Mutumba, seorang Imam Masjid Kyampisi Masjid Noor di Distrik Kayunga, Uganda telah diskors dari pekerjaan sebagai imam setelah tidak sadar menikahi seorang pria.

Mohammed Mutumba (27), mengetahui sosok ‘istri’ yang dinikahinya bulan lalu setelah lelaki itu ditangkap karena mencuri televisi dan pakaian tetangganya. Identitas itu terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap ‘istri’ sang imam.

Syeikh Abdul Noor Kakande, seorang qadhi (seorang hakim agama) setempat mengatakan Mutumba,  sedang diselidiki atas insiden peristiwa “malang” ini, kutip Nairobinews.

Syeikh Isa Busuulwa, seorang Kepala Imam Masjid Noor dari Kyampisi, mengatakan langkah itu dimaksudkan untuk menjaga integritas imam mereka.

“Dia telah menjadi salah satu dari tiga imam masjid. Dia telah menghabiskan sekitar empat tahun berkhotbah di masjid ini selain mengajarkan Islam kepada anak-anak, ”kata Syeikh Busuulwa.

Dia menjelaskan bahwa meskipun dia menghadiri resepsi pernikahan Mutumba di rumah neneknya di Pusat Perdagangan Kyampisi, pemimpin masjid itu tidak ikut serta dalam persiapan pernikahannya.

Syok dan hancur

Dua minggu yang lalu, Mutumba tanpa sadar menikahi seorang pria bernama feminin dan menghabiskan dua minggu dengan “istri” barunya tanpa mengetahui gender aslinya.

Media lokal di Kayunga melaporkan bahwa pencuri itu mengaku telah menyamar sebagai perempuan dengan menggunakan nama palsu Swabullah Nabukeera. Tersangka mengakui, nama aslinya adalah Richard Tumushabe dan dia menikahi imam itu karena ingin mencuri uangnya.

Setelah kejadian itu, Mutumba mengatakan dia sangat kecewa dan syok, mengatakan dia tidak pernah melakukan hubungan intim dengan ‘istri’ prianya.

Amisi Kibunga, seorang muazin masjid Kyampisi, mengatakan dia melihat ‘istri’ Mutumba pada dua kesempatan saat shalat Jumat, tetapi mengatakan sulit untuk menemukan bahwa dia seorang lelaki.

“Dia memiliki suara lembut yang manis dan berjalan seperti perempuan. Dia juga selalu mengenakan gamis atau jilbab, ”jelas Kibunga.

“Empat hari setelah pernikahan mereka, mempelai pria mendatangi saya dan mengeluh bahwa ‘istrinya’ menolak untuk membuka pakaian saat mereka tidur. Sebenarnya saya berencana untuk pergi ke rumah mereka untuk berkonsultasi namun ketika saya mendengar pengantin perempuan telah ditangkap sehubungan dengan pencurian satu set televisi dan pakaian tetangga mereka, “kata Kibunga.

Syeikh Mohammed Ssemambo, Ketua Komunitas Muslim Namagabi, menyatakan terkejut atas insiden tersebut. “Saya belajar tentang kejadian itu. Sebagai seorang pemimpin Muslim, ia seharusnya mengikuti apa yang dikatakan Alquran ketika seseorang ingin mendapatkan pasangan, ”kata Syeikh Ssemambo.

Para tetangga juga tidak pernah curiga jika pengantin ‘perempuan’ itu adalah seorang pria.

Pengantin ‘perempuan’ melakukan semua pekerjaan layaknya ibu rumah tangga, seperti memasak, mencuci pakaian dan lainnya saat suaminya pergi tetapi tidak mudah untuk mengetahui dia hanya menyamar sebagai seorang perempuan, “kata Henry Mukwaya, seorang tetangganya.

“Dia selalu mengenakan gamis atau jilbab dan berbicara seperti seorang perempuan tetapi dia selalu berada di dalam ruangan,” tambahnya.

Ketika reporter Nairobinews mengunjungi rumah kontrakan Mutumba, para tetangga mengatakan mereka tidak melihatnya dalam empat hari ini. Sumber lain mengatakan dia telah dijemput oleh kerabat untuk konseling.

“Dia merasa hancur atas musinah itu dan membutuhkan konseling,” kata seorang sumber. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here