Sempat Dirawat Dua Hari, Yusuf Deedat, Putra Kristolog Ahmad Deedat Akhirnya Meninggal Dunia

Syeikh Yousuf Deedat (65), putra kristolog dunia, Syeikh Ahmad Deedat

Indonesiainside.id, Durban-Cendekiawan Muslim, yang juga putra kristolog dunia,  Syeikh Yusuf Deedat (65), yang ditembak di bagian kepala oleh pria bersenjata tak dikenal di luar Pengadilan Verulam hari Rabu, akhirnya meninggal di rumah sakit St Anne di Pietemaritzburg pada Jumat (17/1) sore.

Menurut putranya, Raees Deedat, keluarga dan teman-temannya berada di samping tempat tidurnya ketika dia meninggal dengan tenang pada pukul 2.40 sore.

“Keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas dukungan yang mereka terima dari pihak keluarga, teman dan masyarakat. Semoga jiwanya beristirahat dalam damai,” kata Raees Deedat dikutip Independent Online (IOL), Sabtu (18/1).

Putra kristolog ternama, Syeikh Ahmad Deedat itu ditembak di bagian kepada pada hari Rabu, saat berada di luar pengadilan Keluarga Verulam di negara bagian Durban, Afrika Selatan.

Menurut laporan media setempat, Deedat sedang menuju ke pengadilan ketika dia didekati oleh seorang pria asal India yang menggunakan senjata api dan menembaknya sekali di kepalanya sebelum melarikan diri dengan berjalan kaki.

Seorang petugas keamanan yang menyaksikan insiden itu mengejar tersangka yang melarikan diri menuju Mazda putih yang telah menunggu.

Anggota Unit Reaksi Afrika Selatan (RUSA) dikirim sekitar pukul 8:30 pagi untuk mengangkut Deedat yang sedang berbaring telungkup di trotoar.

Dalam beberapa jam setelah insiden penembakan, media sosial dipenuhi dengan desas-desus tentang kematiannya. Namun, kerabatnya dari sisi istrinya, Yasmin, sempat menjawab bahwa desas-desus dan menegaskan bahwa Youssef masih hidup dan sedang mendapat perawatan.

“Adiknya Quarraisha ada bersamanya. Dia masih hidup dan sedang menjalani perawatan, ”kata seorang kerabat kepada Millichronicle.

Juru bicara Prem Balram untuk RUSA mengatakan, “Pada saat kedatangan, korban Yousuf Ahmed Deedat ditemukan terbaring telungkup di trotoar. Dia mengalami satu luka tembak di kepalanya ”.

“Korban saat ini sedang distabilkan di tempat kejadian oleh paramedis.”

Ayahnya, Syeikh Ahmad Deedat, yang meninggal pada 2005, dikenal sebagai seorang kristolog Muslim Afrika Selatan terkemuka yang mengadakan beberapa debat publik lintas agama dengan orang Kristen evangelis.

Dia dikenal di seluruh dunia sebagai pembicara dan penulis publik yang disegani yang menerbitkan beberapa buku kecil tentang Islam dan Kristen.

Syeikh Ahmad Deedat juga pendiri Islamic Propagation Center International, yang didirikan untuk mendakwahkan Islam ke seluruh dunia.

Almarhum Deedat dianugerahi Hadiah Internasional Raja Faisal pada tahun 1986 untuk 50 tahun keilmuan dalam kristologinya.

Juru bicara Kolonel Thembeka Mbele untuk departemen Kepolisian mengatakan motif serangan itu tidak diketahui, dan kasus ini sedang diselidiki. (CK)

 

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here