Seorang Demonstran Irak Tewas dalam Unjuk Rasa yang Kembali Menguat

Indonesiainside.id, Baghdad-Seorang demonstran tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan di jembatan utama Baghdad kemarin, beberapa bulan setelah aksi protes sempat melemah di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Bentrokan itu meletus tiba-tiba pada Kamis sore ketika pengunjuk rasa berusaha menyeberang Jembatan Al-Sinek di Irak tengah, kata sumber keamanan kepada AFP.

Pasukan keamanan, dikerahkan untuk mencegah para pengunjuk rasa mencapai sisi lain, melepaskan tembakan gas air mata, dengan tabungnya mengenai seorang pengunjuk rasa di dada dan membunuhnya.

Sumber medis mengatakan 24 orang juga terluka dan kesulitan bernapas.

Para pengunjuk rasa yang marah telah mengguncang Baghdad dan Irak selatan selama tiga bulan terakhir, mengecam sistem politik negara itu yang dipandang sebagai salah satu yang paling korup di dunia.

Sejak Oktober, aksi unjuk rasa anti-pemerintah telah menyebabkan sekitar 460 orang terbunuh dan sekitar 25.000 lainnya terluka, sebagian besar dari mereka para demonstran.

Gerakan itu, menuntut reformasi politik, dan pekerjaan dan layanan yang lebih baik, juga menghadapi kampanye intimidasi, penculikan, dan pembunuhan, yang diduga dilakulan milisi dukungan Iran.

Tetapi protes membayangi pembunuhan  komandan elit Korp Garda Revolusi Iran Jenderal Qasem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad, 3 Januari, meningkatkan kekhawatiran bahwa Irak akan terlibat dalam konflik antara Washington dan Teheran.

Serangan itu juga menewaskan setengah komandan milisi Syiah Irak Jamal Jafaar Muhammad Ali, yang juga wakil kepala jaringan militer Hashd al-Shaabi, yang didominasi oleh faksi pro-Iran.

Iran merespons dengan meluncurkan rudal ke pangkalan Irak di mana pasukan AS ditempatkan.

Komando Pusat AS mengatakan pada hari Kamis bahwa setidaknya 11 tentara AS terluka.

Tokoh dan politisi Syiah yang berbicara di Irak, Moqtada Sadr, menyerukan “pawai jutaan orang” pada 24 Januari untuk mengecam kehadiran pasukan AS di Irak, kutip AFP.

Irak menghadapi gejolak politik’ dan kemarahan rakyat akibat keterlibatan Iran mencengkeram negara berjuluk  Negeri 1001 Malam tersebut. (CK)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here