Badai Petir dan Banjir Kembali Hantam Israel

Jet Tempur F-16 milik Angkatan Udara Israel rusak berat akibat banjir di Hatzor Airbase hari Senin, (13/1) (theaviationist.com)

Indonesiainside.id, Jerusalem-Badai petir dan hujan deras menghantam Israel tengah hari Ahad (19/1) pagi, sementara  hujan salju di Dataran Tinggi Golan juga diprediksi akan terus meningkat untuk beberapa hari ke depan, kutip ynetnews.

Hujan deras juga akan meningkat dan menyebar ke wilayah-wilayah lain di wilayah jajahan itu, di mana banjir diperkirakan melanda kota-kota pesisir, Gurun Yudea, dan Lembah Yordan.

Sejak dini hari, hujan deras terjadi, memaksa penutupan jalan di beberapa daerah.

Di pusat kota Bnei Brak, Lehi Street terpaksa harus ditutup untuk lalu lintas di kedua arah.

Hujan deras menyebabkan banjir di kawasan Ashdod (Foto: Moti Zilverberg/ynetnews)

Di utara, Rute 918 telah ditutup antara persimpangan Gonen dan Gadot. Di selatan, Highway 90 yang mengarah ke Laut Mati juga telah ditutup.

Badai terbaru telah memicu kekhawatiran akan bertambahnya angka kematian setelah dua badai beruntun merenggut nyawa empat orang kurang, setidaknya untuk dua minggu lalu.

Sementara itu, pejabat wisata Resor Ski di Gunung Hermon mengatakan hari Sabtu situs itu terbuka untuk para wisatawan karena mereka memperkirakan salju akan semakin menumpuk dalam beberapa hari ke depan. Cuaca di resor saat ini satu derajat celcius di bawah nol.

Laut Galilea dilaporkan naik 6,5 cm dalam 48 jam terakhir, menetapkan tingkat ketinggian danau pada level terendah di dunia pada 210,715 meter di bawah permukaan laut. Danau ini membutuhkan 1.915 meter tambahan untuk mencapai kapasitas penuhnya.

Di kota utara Haifa, suhu akan berkisar dari 15 derajat celsius pada siang hari Kamis hingga hanya 11 derajat pada malam hari. Di Tel Aviv, cuaca akan sama, dengan kisaran 15 derajat di siang hari dan 12 derajat di malam hari.

Di kota selatan Be’er Sheva, suhu akan berkisar dari 15 derajat sepanjang hari hingga 9 derajat pada malam hari. Di Yerusalem, suhu akan lebih dingin, mencapai 9 derajat pada siang hari dan turun menjadi 7 derajat semalam.

8 Jet Tempur Rusak

Minggu yang lalu, Senin, 13 Januari, 8 jet F-16 milik Israel dikabarkan rusak parah akibat banjir, setelah pesawat itu ditinggalkan di hanggar bawah tanah ketika badai dimulai, kutip  i24NEWS.

Tingkat air mencapai 1,5 meter di dalam hanggar, dan beberapa mekanik perlu diselamatkan, kutip Channel 12 melaporkan.

Angkatan Udara Israel telah mengakui kesalahannya karena tidak memindahkan semua jet tempur dari hanggar bawah tanah menjelang hujan lebat pekan lalu, menyebabkan beberapa F-16 rusak.

IDF mengatakan kesalahan itu membutuhkan biaya jutaan dolar untuk memperbaikinya.

Menurut seorang perwira senior Angkatan Udara Israel (IAF), 50 juta liter hujan jatuh di Hatzor Airbase di Selatan mulai jam 5 pagi sampai jam 5:30 pagi hari Kamis lalu, membanjiri landasan pacu pesawat terbang dan dua hangar bawah tanah.

Setelah beberapa hari berusaha menyensor berita, IAF akhirnya harus mengakui pada hari Ahad malam bahwa beberapa pesawat telah rusak. Dua foto yang belum dikonfirmasi dari tempat kejadian menunjukkan jet tempur F-16 di hangar yang direndam banjir. (CK)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here