Jumlah Pengangguran Naik Menjadi 470 Juta, Awas Timbulkan Kerusuhan

Aksi buruh di Filipina

Indonesiainside.id, Jenewa – Jumlah pengangguran makin menjadi-jadi. Tahun 2020, jumlah orang yang tidak punya pekerjaan itu diprediksi naik 2,5 juta.

Persoalan ini jika tidak segera didapat solusi tepat, maka akan menimbulkan kerusuhan dimana-mana. Tindak kriminal meningkat, dan pelanggaran hukum mudah tersulut.

Laporan yang mengejutkan itu datang dari Organisasi Buruh internasional (ILO). Tahun 2020 ini, jumlah manusia pengangguran itu diprediksi bertambah.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang dirilis Senin (21/1/2020), lebih dari 470 juta orang di seluruh dunia berstatus tidak punya pekerjaan. “Atau kalaupun bekerja, mereka bekerja dalam kondisi tidak layak,” kata laporan itu di Jenewa.

Dalam laporan itu juga disebut, di tahun 2010-an angka pengangguran global relatif stabil. Namun di tahun 2020 ini ada peningkatan signifikan. Diprediksi angka pengangguran itu meningkat 2,5 juta orang. Dari 188 juta menjadi 190,5 juta orang. Dan ditemukan angka 470 juta mewakili 13% dari tenaga kerja yang ada di dunia.

“Bahkan bagi orang yang bekerja pun akan menjadi semakin sulit untuk membangun kehidupan yang lebih baik melalui pekerjaan,” kata Guy Ryder, kepala ILO pada wartawan di Jenewa.

Menurut laporan tahunan World Employment and Social Outlook yang diterbitkan ILO, terdapat 285 juta orang disebut tidak menganggur tetapi tidak memiliki pekerjaan layak.

Mereka bekerja kurang maksimal, kurang dari kapasitas yang diinginkan. Mereka pasrah di tingkatan ini, tidak berusaha mencari pekerjaan lain, dan kurang punya akses ke pasar tenaga kerja.

Namun apa dampak dari membludaknya pengangguran yang semakin meninggi ini? Kerusuhan!

Ryder memberikan contoh terhadap kerusuhan yang terjadi di Lebanon dan Chile. Juga aksi unjuk rasa dan mogok kerja di berbagai negara, yang menurut ‘indeks kerusuhan sosial’terjadi kenaikan pada level global di tujuh dari 11 negara antara sepuluh tahun terakhir.

Untuk itu, tambah laporan itu, perlu memberi perhatian pada sekitar 267 juta anak muda usia 15 sampai 24 yang tidak bekerja, diberi pendidikan dan pelatihan agar memiliki pekerjaan standar. Mereka tidak bertahan dengan pekerjaan di bawah standar.

Dalam laporan itu juga disebutkkan, bahwa dengan naiknya jumlah pengangguran itu, ketimpangan antara kaya dan miskin juga ikut menganga.

Bagaimana dengan tenaga kerja Indonesia? Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), di Indonesia terdapat sekitar 135 juta angkatan kerja. Dan sebanyak 126 juta dari angka itu berstatus bekerja dan tidak memiliki pekerjaan. Jumlh pengangguran terbanyak perempuan ketimbang laki-laki.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here