Sejarawan Israel: Perjuangan Palestina akan Gagal jika Trump Terpilih Lagi

Dr Ilan Pappe (Youtube)

Indonesiainside.id, Kuala Lumpur – Perjuangan Palestina untuk menjadi negara bebas dan merdeka mungkin akan tertahan jika Donald Trump terpilih kembali sebagai Presiden AS untuk masa jabatan kedua, kata seorang sejarawan terkenal Inggris kelahiran Israel Profesor Dr Ilan Pappe.

Dia mengatakan hal ini karena Donal Trump akan melanjutkan rencana yang disebut ‘Perjanjian Abad Ini’ mengenai penyelesaian Palestina ‘versi AS’ yang kini sedang berlangsung.

“Trump, bersama dengan Israel, merupakan periode yang sangat regresif bagi Palestina. Orang-orang di sekitarnya seperti Wakil Presiden Mike Pence,  Mike Pompeo (Menlu AS), menantu Trump yang juga Penasihat Senior Gedung Putih, Jared Kushner dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang mengerjakan apa yang mereka sebut Kesepakatan Abad Ini, ”katanya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Kantor Berita Malaysia, Bernama baru-baru ini.

Pappe, yang juga Direktur Pusat Eropa untuk Studi Palestina di Universitas Exeter di Inggris, mengklaim perjanjian itu merupakan upaya untuk mempolitisasi perjuangan Palestina dan mengubahnya menjadi masalah kemanusiaan.

“Mereka akan memberi tahu kita bahwa tidak ada masalah dengan Palestina tetapi ada orang Palestina yang hidup dalam kemiskinan, yang tidak memiliki standar hidup yang baik. Mereka akan meminta Arab Saudi dan Abu Dhabi (UEA) untuk menyediakan uangnya dan bekerja sama dengan AS untuk meningkatkan standar kehidupan mereka di Palestina.

“Dan sebagai balasannya, (mereka mengharapkan) Palestina untuk menghentikan segala klaim politik, hak untuk menentukan nasib mereka sendiri dan hak untuk kebebasan. Ini sangat berbahaya, ini adalah serangan terhadap Palestina, (dan) upaya untuk menghilangkan mereka sebagai gerakan politik (dan) sekaligus sebagai negara, ”katanya dikutip Bernama, Kamis (23/1).

Dia mengatakan ini juga konsisten dengan tindakan Trump seperti memindahkan Kedutaan Besar AS di Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei tahun lalu, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mengakui permukiman Israel di Tepi Barat bukan pelanggaran hukum.

Mengingat bahwa Pemilihan Presiden AS dijadwalkan untuk 3 November tahun ini, Trump diharapkan untuk melaksanakan rencana menjelang pemilihan 2 Maret, sebagai upaya untuk meningkatkan dukungan Netanyahu atas lawannya, Benny Gantz, dari Partai Biru dan Putih.

Guru besar di Jurusan Ilmu Sosial dan Kajian Internasional Universitas Exeter di Inggris ini juga berpendapat bahwa pemilihan umum Israel yang akan datang, yang ketiga kalinya dalam waktu kurang dari setahun, tidak akan mengubah apapun tentang pandangan rezim Zionis itu tentang Palestina.

“Tidak peduli siapa yang memenangkan pemilihan, itu tidak akan mengubah realitas politik yang dihadapi Palestina,” katanya, seraya menambahkan bahwa permusuhan terhadap Palestina dan rakyatnya diperkirakan akan terus berlanjut. (CK)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here