Presiden Rouhani Desak Rakyat Tidak Pasif Saat Pemilu

Indonesiainside.id, Teheran – Puluhan ribu warga Iran turun ke jalan-jalan Teheran dan kota-kota lain pada Selasa lalu untuk perayaan tahunan ditengah meningkatnya ketidakpuasan publik atas ekonomi Iran yang sedang goyah.

Ekonomi Iran terganggu akibat sanksi AS dan kemarahan atas pasukan militer Iran yang telah menembak jatuh pesawat komersil milik maskapai Ukraine Airlines, bulan lalu.

Dengan memegang bendera Iran dan potret pendiri republik islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini, masyarakat Iran berkumpul di Lapangan Azadi di pusat Kota Teheran yang sekaligus menjadi tempat Presiden Iran Rouhani menyampaikan pidatonya saat itu. Dia berpesan bahwa dengan partisipasi rakyat Iran, dapat membuat Iran menjadi negara yang menandai adanya revolusi dalam Islam.

Rouhani meminta rakyatnya untuk tidak bersikap acuh dan pasif dalam pemungutan suara di tanggal 21 Februari nanti. “Saya mohon agar kalian jangan bersikap pasif (terhadap pemilu),” kata Rouhani dilansir dari VOA News, Rabu (12/2).

Dia juga kembali berpidato untuk menyadarkan warganya bahwa AS telah memberikan banyak tekanan kepada negaranya. “Pada semua perdagangan kita, semua ekspor kita, semua impor kita, dan semua kebutuhan negara. Itu menguras kesabaran rakyat kita,” ujar dia.

Tetapi, Rouhani menekankan bahwa AS tidak memahami kehebatan rakyat Iran. Dia berteriak sambil menunjuk kepada warga yang membawa spanduk bertuliskan ‘kematian bagi AS’ atau ‘kami akan bertahan sampai akhir’.

Sebagai informasi, Pemerintah Iran mengumumkan adanya pembatasan bensin dan kenaikan harga pada bulan November lalu. Setelah adanya kebijakan atas sanksi AS itu, protes anti-pemerintah di lebih dari 100 kota Iran berubah menjadi kekerasan, sebelum akhirnya menurunkan pasukan keamanannya.

Pada tahun 2018, AS menarik diri dari perjanjian nuklir antara Iran dan kekuatan dunia. Sejak saat itu, AS kembali menerapkan sanksi keras terhadap ekonomi Iran. Iran secara bertahap telah mundur dari komitmennya sendiri di bawah kesepakatan tahun 2015. Rouhani menganggap Iran sudah tidak lagi terikat oleh pakta tersebut.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here