AS Tarik 8.600 Pasukan dari Afghanistan, Bagian Perjanjian dengan Taliban

Indonesiainside.id, Washington DC – Menteri Pertahanan AS, Mark T. Esper, mengatakan pada hari Senin (2/3) bahwa Amerika Serikat (AS) telah menarik pasukan militernya dari Afghanistan pasca perjanjian damai. Esper mencatat penarikan pasukan tersebut mengurangi kehadiran tentara AS di Afghanistan menjadi 8.600 dari 12.000.

“Kami akan menunjukkan itikad baik dan mulai menarik pasukan kami,” kata Esper menyusul penandatanganan damai antara AS dan Taliban di Doha.

Di bawah perjanjian itu, Taliban sepakat untuk tidak menyerang AS atau pasukan koalisi di negara itu. Mereka berkomitmen untuk menghentikan serangan pada pasukan Afghanistan.

Dilansir dari The New York Times, AS mengatakan akan meninjau serangan Taliban terhadap pasukan Afghanistan berdasarkan kasus per kasus dan membela mereka jika memang diperlukan. Dengan 8.600 tentara di Afghanistan, AS akan mempertahankan tujuh pangkalan di Afghanistan.

AS akan berfokus pada operasi kontraterorisme melawan Al Qaeda dan Daesh. Selain AS, pasukan NATO dan koalisi juga akan mengurangi tentara militer mereka.

Namun, Esper memperkirakan serangan terhadap pasukan Afghanistan akan berkurang sebelum dimulainya negosiasi antara Taliban dan pejabat Afghanistan pada 10 Maret mendatang. Menurut dia, terdapat pembicaraan intra-Afghanistan, salah satu komponen utama dari perjanjian perdamaian.

Pembicaraan tersebut, kata dia, dimaksudkan untuk mengakhiri beberapa bentuk pengaturan pembagian kekuasaan antara pemerintah Kabul dan Taliban. Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, mengatakan pada hari Sabtu bahwa tim perunding akan terdiri dari semua bagian masyarakat Afghanistan.

Namun pembicaraan tersebut ditunda karena Ghani menolak untuk membebaskan 5.000 tahanan Taliban. Hal itu dinilai semakin mempersulit permasalahan, dimana Taliban menculik puluhan orang di Provinsi Wardak di Afghanistan. (CK)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here