Pascaperjanjian Damai, AS-Taliban Masih Terlibat Konflik

AS-Taliban (Usatoday)

Indonesiainside.id, Jakarta – Amerika Serikat (AS) dan Taliban sepakat untuk menandatangani perjanjian damai pada minggu lalu. Penandatanganan damai tersebut telah disaksikan oleh beberapa negara, termasuk Indonesia.

Namun, sejak ditandatanganinya perjanjian itu, terdapat lebih dari 80 serangan di Afghanistan. Serangan-serangan tersebut memungkinkan adanya keharusan untuk pembicaraan tingkat lanjut yang akan terus dinegosiasikan.

Taliban telah mengumumkan akan mengadakan pembicaraan dengan pemerintah dalam beberapa hari mendatang. Dilansir dari Al Jazeera, mereka melaporkan rintangan dari serangan tersebut yang kemungkinan akan dihadapkan oleh sebuah proses negosiasi ulang.

Sebelumnya, Indonesia diwakili Menteri Luar Negeri, Retno L.P. Marsudi ikut menghadiri  penandatanganan Kesepakatan untuk Perdamaian Afghanistan atau dikenal Comprehensive Peace Agreement (CPA). Sebelum penandatangan, telah dilakukan pertemuan informal antara para co-facilitator yaitu Qatar, Uzbekistan, Norwegia.

Adapun, kesepakatan AS-Taliban memuat 4 komponen penting, yaitu kontra terorisme, penarikan pasukan asing dari Afghanistan, perundingan intra-Afghan, dan gencatan senjata yang permanen dan komprehensif. Di saat yang hampir bersamaan, di Kabul telah dilakukan pengumuman deklarasi bersama antara Pemerintah Afghanistan dan AS yang isinya mendukung perjanjian damai antara AS dan Taliban. (CK)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here