MUI Kutuk Keras Tindakan Biadab Ekstrimis Hindu di India

Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Muhyiddin. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras tindakan biadab dan terorisme yang dilakukan oleh para ekstrimis Hindu pendukung Perdana Menteri India Narendra Modi (RSS/Partai Bharatiya Janata) terhadap kaum muslim India yang tidak berdosa. Perbuatan tersebut dinilai melanggar prinsip dan nilai-nilai Hak Asasi Manusia yang tertera di dalam Piagam Hak Asasi Manusia, dalam pembiaran pemerintah yang berkuasa.

“Maka, kami mendesak dengan segera kepada pemerintah India untuk menegakkan keadilan bagi umat Islam India dan mencabut Undang-Undang Kewarganegaraan yang bersifat diskriminatif terhadap umat Islam India. Karena, itu dinilai sebagai pemicu utama terjadinya tindak kekerasan,” kata Wakil Ketua Umum MUI bidang Hubungan Luar Negeri dan Internasional, KH Muhyiddin Junaidi di kantor MUI, Kamis (12/3) malam.

MUI, lanjut dia, mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengirimkan Tim Pencari Fakta (Fact Team Finding Mission) ke India untuk dan melakukan Iangkah-langkah tegas sesuai hukum dan Kanvensi internasional. MUI mendesak Pemerintah India menghormati 11 Resolusi Dewan Keamanan PBB (DI PBB) tentang nasib warga Jammu Kashmir untuk menentukan nasib mereka melalui hak plebisit dan menghentikan blokade atas Jammu Kashmir.

“Pemerintah Indonesia juga harus meminta pertanggungjawaban kepada Pemerintah India, sebagai wujud implementasi Piagam Hak Asasi Manusia,” katanya. Jika Pemerintah India masih melakukan tindakan kebiadaban dan terorisme terhadap muslim India, tegas Muhyiddin, maka diwajibkan kepada seluruh umat Islam Indonesia memboikot seluruh produk-produk dari India dan meminta Pemerintah Indonesia untuk melakukan pemutusan hubungan diplomatik dengan Pemerintah India.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here