Penasihat Utama Pemimpin Tertinggi Iran Ali Akbar Velayati ‘Dikarantina’ karena Virus Corona

Indonesiainside.id, Teheran – Penasihat utama Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei,  Ali Akbar Velayati telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru (COVID-1), lapor kantor berita Iran, Fars, Kamis (12/3). Velayati adalah penasihat Khamenei kedua yang mengidap virus ini.

Sebelum bergabung dengan korps penasehat Ayatollah Ali Khamenei sebagai penasihat kebijakan luar negeri terkemuka, Velayati telah membuat rekor dengan memimpin Kementerian Luar Negeri Iran selama enam belas tahun berturut-turut.

Velayati, 75 tahun, seorang dokter anak, saat ini adalah Presiden Rumah Sakit Masih Daneshvari di Teheran. Rumah sakit ini merupakan pusat perawatan orang yang terinfeksi oleh virus corona. Hampir semua pejabat senior yang terinfeksi virus corona dirawat di rumah sakit ini.

Menurut Radio Farda, mengutip juru bicara rumah sakit, Velayati lebih suka dikarantina di rumahnya “setelah mengalami gejala virus corona ringan.” Velayati digambarkan dalam kondisi “membaik”.

Sebelumnya, pada 24 Februari, Velayati mengatakan kepada jaringan TV nasional yang dikelola pemerintah bahwa menangani vorus corona tidak lebih sulit daripada menangani epidemi influenza.

“Alhamdulillah, Republik Islam, Kementerian Kesehatan dan pusat-pusat medis dan pendidikannya telah berhasil mengalahkan virus corona,” katanya.

Namun, ketika Velayati terdengar optimis, virus itu justru menyebar secara cepat, menginfeksi ribuan di tiga puluh dari 31 provinsi Iran. Lusinan politisi Republik Islam dan orang-orang berpengaruh, termasuk VP Eshaq Jahangiri, wakil Presiden Massoumeh Ebtekar telah terjangkit penyakit ini dan beberapa meninggal.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here