[Video] Ratusan Monyet Liar Berkehali Memperebutkan Buah Pisang Akibat Corona

https://www.dailymail.co.uk/

Indonesiainside.id, Lopburi- Ratusan monyet lapar saling berkelahi untuk memperebutkan buah pisang di sebuah resor Provinsi Lopburi di Thailand. Peristiwa ini terjadi setelah penurunan jumlah wisatawan akibat wabah virus corona (Covid-19)

Sebelum wabah terjadi, biasanya, primata ini biasanya diberi makan dengan baik oleh para wisatawan di Lopburi, Thailand tengah. Tetapi belakangan, para pengunjung menurun drastis karena virus COVID-19 yang mencekam dunia. Segalanya telah berubah.

Hewan-hewan itu dilaporkan bagian dari dua ‘geng saingan’ yang terdiri dari monyet-monyet yang tinggal di kota dan mereka yang berasal dari daerah kuil, yang memperebutkan makanan. Rekaman menunjukkan ratusan monyet menyeberang jalan dan kemudian mengejar satu monyet yang telah memegang pisang.

Awalnya primata itu terlihat berlari secara independen saat mereka mencari makanan. Tetapi kemudian suara tangisan mereka meningkat secara dramatis ketika belasan mengejar seekor monyet yang tampaknya membawa pisang. Mereka terlihat melompat di atas yang lainnya saat mereka memperebutkan makanan. Bahkan penduduk setempat yang terbiasa melihat monyet terkejut oleh keganasan mereka.

Warga setempat, Sasaluk Rattanachai menangkap pemandangan itu dari luar toko tempatnya bekerja.

“Mereka lebih mirip anjing liar daripada monyet. Mereka menjadi gila karena satu potong makanan. Saya belum pernah melihat mereka seagresif ini.”

Menurut Sattanuk Rattanachai, pemandangan itu luar biasa karena monyet bertindak agresif hanya untuk memperjuangkan pisang. Sattanuk menilai, hal ini terjadi karena monyet-monyet itu lapar.

“Tampaknya monyet-monyet itu sangat lapar. Biasanya, banyak wisatawan akan datang ke sini untuk memberi makan hewan-hewan tetapi ketika ada wabah Covid-19, jumlah wisatawan sangat rendah dan bisa dikatakan,” katanya kepada Daily Mail.

[Video] Ratusan Monyet Liar Berkehali Memperebutkan Buah Pisang Akibat Corona
Monyet yang tidak takut penduduk setempat terlihat berdiri di depan sebuah toko. /www.dailymail.co.uk

Menurut Bangkok Post, ribuan monyet yang menghuni Lopburi biasanya berafiliasi dengan salah satu dari dua komunitas kera atau “geng” monyet kuil atau monyet kota.

Biew Um-in, seorang pengemudi ojek, mengatakan kepada media setempat bahwa ia telah melihat kepala monyet kuil memimpin sebuah tim ke daerah yang dihuni monyet kota. Mereka sedang mencari makanan di pasar. Kepala monyet kota itu kemudian melawan, katanya, mengusir para penyusup keluar dari wilayah mereka.

“Saya belum pernah melihat perkelahian seperti ini selama bertahun-tahun yang bisa saya ingat. Biasanya, perkelahian itu melibatkan 5-10 monyet, ”tambahnya.

Selain banyak situs yang menarik bagi umat Buddha, seperti kuil-kuil kuno, Kota Lopburi terkenal karena populasinya yang memiliki ribuan kera suka berteman. Monyet ini tidak malu mengemis atau bahkan mencuri milik wisatawan dan penduduk setempat.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah monyet telah menggelembung pada tingkat yang tidak terkendali. Primata ini semakin berani karena sudah terbiasa berhubungan dengan manusia bertahun-tahun, menjadi gangguan tersendiri bagi wisatawan dan penduduk lokal.

Monyet kuil mengendalikan area di sekitar kompleks Candi Phra Prang Sam Yod, sebuah kuil Khmer bertingkat tiga. Sementara monyet kota tinggal di sekitar Kuil Phra Kan yang bersejarah, sebuah kompleks kuil Brahmana yang juga berasal dari era Khmer.

“Daerah ini adalah kerajaan monyet kota,” kata Pattakorn Witchaplakorn (52), seorang petugas kereta api yang juga menjaga bak air untuk monyet kota sebagaimana dikutip media lokal.

Lopburi yang juga dikenal dengan kota monyet  memiliki festival bertajuk Lopburi Monkey Festival yang diadakan tahunan. Tahun 2007, festival dilakukan dengan memberikan buah-buahan dan sayur-sayuran kepada monyet-monyet lokal yang berjumlah 2.000 ekor di Provinsi Lopburi, utara Bangkok.(CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here