Pemerintah Inggris Tolak Tutup Sekolah untuk Hindari Kepanikan Massal

LONDON, INGGRIS - 10 MARET: Rak-rak kosong terlihat di satu supermarket akibat meningkatnya kasus virus korona di London, Inggris pada 10 Maret 2020. ( Gökhan Kurtaran - Anadolu Agency )

Indonesiainside.id, London – Pandemi virus corona (Covid-19) benar-benar merepotkan. Pemerintah Inggris pun melansir beberapa pengumuman penting yang harus diikuti oleh siapa pun yang tinggal di wilayah Inggris.

Koresponden Indonesiainside.id di London Rafkha Gibrani melaporkan, tingkat penyebaran virus corona di Inggris sudah masuk dalam kategori tinggi, setelah sebelumnya masuk dalam kategori sedang dan menengah.

Jumlah korban psotif terinfeksi Covid-19 di Inggris mencapai 609 kasus per 13 maret 2020. London merupakan kasus terbanyak dengan jumlah kasus 136, 10 orang meninggal dunia.

Namun, tidak seperti beberapa negara di Eropa yang melakukan isolasi terhadap beberapa kota termasuk menutup sekolah-sekolah. Pemerintah Inggris mengambil langkah yang lebih persuasif untuk menghindari kepanikan massal.

Selain belum melakukan isolasi untuk London, pemerintah terus memperbanyak poster-poster dan iklan peringatan di internet untuk lebih sering mencuci tangan. Ruang publik masih banyak aktivitas meskipun mayoritas mereka sudah memakai masker.

PM Inggris Boris Johnson menegaskan pemerintah Inggris tidak akan mengambil langkah untuk menutup institusi-institusi pendidikan yang ada di Inggris dengan alasan bahwa rata-rata ada sekitar 4.500 mahasiswa internasional di tiap universitas di Inggrism Apabila sekolah-sekolah mereka ditutup, maka mereka tidak tahu mau pergi ke mana.

Berbeda dengan Harvard di Amerika, yang memberikan instruksi kepada seluruh mahasiswa yang tinggal di asrama agar segera meninggalkan asrama dalam waktu satu minggu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here