Peneliti Asing Ungkap Alasan Indonesia Punya Tingkat Kematian Tertinggi Corona

Ilustrasi. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia sedang berupaya untuk menanggal penyebaran virus corona dengan tidak menimbulkan kepanikan publik. Kementerian Kesehatan hanya memberikan informasi harian tentang jumlah total pasien yang hingga saat ini mencapai 309 kasus dan terus meningkat dari hari ke hari.

“Saya pikir virus corona tersebar luas di seluruh kepulauan, meskipun sangat lazim akan banyak muncul kasus di pusat-pusat kota seperti Jakarta dan Bali, tampaknya tidak muncul begitu banyak di antara orang-orang muda di bawah usia 30,” kata seorang diplomat senior Barat yang tidak disebutkan namanya dilansir dari Asia Times, Kamis (19/3).

Dengan angka kematian meningkat dari 12 menjadi 25 dalam dua hari terakhir, Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins, menempatkan angka kematian Indonesia lebih dari 8%. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di dunia bahkan di atas negara-negara pusat virus corona saat ini seperti Italia, Iran, Cina, Jepang, dan Spanyol.

Para ahli kesehatan asing menduga bahwa jumlah korban akan terus meningkat per harinya. Terlebih di beberapa daerah yang berada di Indonesia bagian Timur tetap membuka bisnis pariwisata karena mereka mengklaim masih terbebas dari virus.

Belum lagi, Indonesia tercatat masih menerima turis asing yang masuk ke Bali dalam 12 hari pertama pada bulan Maret. Mereka menilai sebanyak 114.100 turis asing dari 165 negara tercatat di pintu kedatangan.

Hal lainnya yang menyebabkan Indonesia mempunyai angka kematian tertinggi akibat virus corona adalah karena Pemerintah Indonesia hanya melakukan tes virus corona sebanyak 1.255 orang sejak kasus pertama yang dikonfirmasi di Indonesia pada 2 Maret. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang dilakukan negara tetangganya, Singapura, yang melakukan tes sebanyak 2.000 orang setiap hari.

Begitu juga dengan fasilitas kesehatan di Indonesia, seperti rumah sakit. Indonesia hanya memiliki 360 rumah sakit yang menjadi rujukan untuk virus corona, dengan peralatan dan jenis pengujian yang sangat terbatas. Sebelumnya, hanya ada 132 rumah sakit rujukan virus corona, namun hanya memiliki 88 ventilator yang tersedia.(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here