Pemimpin Negara G7 akan Teleconference Bahas terkait Virus Corona

Bendera negara-negara anggota G7. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Washington DC – Presiden AS, Donald Trump, dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan negara-negara yang tergabung dalam Group of Seven (G7). Namun, pertemuan tatap muka tersebut rupanya akan diganti dengan teleconference, yaitu melalui video.

Pada hari Senin, Trump mengadakan teleconference dengan anggota G7 yang meliputi Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia dan Jepang. Selama pertemuan tersebut, para pejabat berjanji untuk mengoordinasikan langkah-langkah kesehatan masyarakat dan bekerja untuk memulihkan kepercayaan konsumen.

Seorang juru bicara Gedung Putih, Judd Deere, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Presiden Trump akan menjamu para pemimpin G7 melalui teleconference video pada bulan April dan Mei seperti yang dilakukannya minggu ini dengan para bawahannya. “Kami, para pemimpin G7, mengakui bahwa pandemi Covid-19 adalah tragedi manusia dan krisis kesehatan global, yang juga menimbulkan risiko besar bagi ekonomi dunia,” kata pemimpin G7 dalam pernyataan bersama dilansir dari The New York Times, Kamis (19/3).

“Kami berkomitmen untuk melakukan apa pun yang diperlukan. Ini berguna untuk memastikan respons global yang kuat melalui kerja sama yang lebih erat dan peningkatan koordinasi dalam upaya kami,” tambahnya.

Beberapa negara anggota G7 merasa terpukul atas wabah epidemik virus corona. Terutama bagi Pemerintah Italia yang memiliki angka kematian melebihi Cina. Begitu juga dengan Pemerintah Prancis yang masih memberlakukan isolasi untuk menahan penyebaran virus corona.

Trump berbicara pada hari Kamis dengan Presiden Prancis. Emmanuel Macron. Menurut Judd, kedua pemimpin itu sepakat untuk melanjutkan kerjasama untuk menyelesaikan pandemi dan meminimalkan dampak ekonomi dengan koordinasi anggota G7 dan mitra internasional lainnya. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here