AS Potong Bantuan ke Afghanistan Setelah Gagal Berdamai

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, pada hari Senin (23/3) mengumumkan pemotongan bantuan dari AS ke Afghanistan sebesar 1 miliar AS dolar tahun ini. Kebijakan itu datang ketika Mike gagal meyakinkan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani dan musuh politiknya, untuk mengakhiri pertikaian yang telah membantu upaya perdamaian yang dipimpin AS.

AS juga siap untuk memotong bantuan dengan nominal serupa pada tahun 2021. Saat ini, mereka sedang melakukan peninjauan terhadap semua program dan proyek AS untuk mengidentifikasi pengurangan dan mempertimbangkan kembali janji AS untuk menjadi donor di masa depan bagi Afghanistan.

Pernyataan Mike datang ketika dia baru mengunjungi Kabul dalam rencananya yang sia-sia untuk mengajak Presiden Ghani dan saingannya dalam pilpres, Abdullah Abdullah, untuk memenangkan persetujuan mereka membentuk pemerintahan yang inklusif. “AS sangat menyesalkan bahwa Ghani dan Abdullah tidak dapat menyetujui pemerintah inklusif,” kata Mike dilansir dari Al-Jazeera, Selasa (24/3).

Mike menuturkan, kegagalan mereka untuk berdamai telah merusak hubungan antara AS dengan Afghanistan. Mike menganggap sikap mereka tidak menghormati para mitra Afghanistan, AS, dan koalisi yang telah mengorbankan hidup dan harta.

AS membayar miliaran setiap tahun untuk anggaran Afghanistan, termasuk pasukan pertahanan negara itu. Dalam perjalanan kembali ke Washington DC, Mike mendarat di sebuah pangkalan militer di Qatar untuk bertemu selama 75 menit dengan para pejabat Taliban, termasuk negosiator mereka, Mullah Baradar Akhund.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here