Iran Bersiap Hadapi Gelombang Kedua Serangan Virus Corona

Indonesiainside.id, Teheran – Pemerintah Iran akan menerapkan langkah lebih tegas untuk mencegah kematian lebih besar akibat virus Corona. Langkah ini penting karena hingga kini jumlah kematian mencapai 2.077 orang, dan diprediksi puncak infeksi virus Corona baru akan datang sebentar lagi.

Juru bicara pemerintah Ali Rabiei mengatakan, Rabu(25/3), Iran kemungkinan akan mengalami gelombang kedua virus corona karena tidak sedikit warga Iran yang tidak mematuhi anjuran otoritas kesehatan untuk menghentikan penyebaran virus di negara itu.

“Sayangnya, beberapa warga Iran mengabaikan saran dari para pejabat kementerian kesehatan dan masih saja bepergian selama hari libur Tahun Baru (Iran) … Ini bisa menyebabkan gelombang kedua virus corona,” kata Rabie, mengutip IRNA.

“Semua perjalanan antarkota dilarang dan mereka yang melanggar aturan itu akan dihukum.” tegasnya.

Iran berencana melarang perjalanan dalam rangka Tahun Baru Iran serta acara pertemuan tradisional di taman-taman, kata Presiden Hassan Rouhani, hari ini.

Rouhani mengatakan larangan akan lebih banyak diberlakukan demi membendung penyebaran virus corona baru, yang telah menjangkiti 27.017 orang di seluruh negeri.

Sejauh ini, pemerintah menolak menerapkan lockdown (karantina wilayah) di kota-kota Iran.

“Rencana ini ketat dan akan menimbulkan kesulitan serta pembatasan perjalanan dan memaksa orang-orang yang sudah telanjur berangkat untuk pulang lebih cepat,” kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi negara.

Ia mengatakan langkah-langkah baru itu akan diterapkan selama 15 hari, mulai Rabu hingga 4 April.

Nowruz, atau “hari baru” dalam Bahasa Persia, adalah perayaan Tahun Baru dan telah menjadi tanggal paling penting dalam kalender. Selama perayaan itu, keluarga-keluarga berkumpul dan bertukar kado.

Pejabat kementerian kesehatan, Kianush Jahanpur, mengatakan pada Rabu bahwa wabah virus corona di Iran sudah membunuh 2.077 orang, yang 143 di antaranya terjadi dalam 24 jam terakhir ini.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here