Afghanistan Akan Bebaskan Ribuan Tahanan karena Wabah Covid-19

RFE

Indonesiainside.id, Kabul-Pihak berwenang di Afghanistan hari Kamis (26/3) mengumumkan akan membebaskan sekitar 10.000 tahanan. Keputusan ini sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona (COVID-19) di negara itu.

Pada konferensi pers di ibu kota Kabul, Jaksa Agung Farid Hamidi mengatakan langkah itu dilakukan atas perintah Presiden Mohammad Ashraf Ghani. Namun Farid mengklarifikasi hanya para tahanan yang berusia di atas 55 yang tidak terlibat dalam kejahatan serius yang akan dibebaskan. Ini dilakukan dalam upaya untuk memastikan pandemi di penjara yang penuh sesak di negara yang dilanda perang ini.

Ahmad Rashid, Direktur Penjara dan Fasilitas Penahanan, mengatakan para tahanan akan dibebaskan secara bertahap dalam 10 hari mendatang.

Menurut Fida Mohammad Paikan, Wakil Menteri Kesehatan, wabah virus telah memasuki fase epidemi dengan penularan lokal di Afghanistan. Paikan mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dari total 80 kasus virus korona, 28 adalah kasus penularan lokal.

Awal bulan ini, Ghani mengeluarkan dekrit yang mengizinkan pembebasan narapidana Taliban secara bertahap. Hal ini menyusul beberapa putaran diskusi melalui internet. Para pejabat Afghanistan akan bertemu dengan perwakilan Taliban untuk memulai proses damai dengan membebaskan 100 gerilyawan pada 31 Maret.

Pada 26 Maret, pihak berwenang Afghanistan telah memperluas lockdown ke lebih banyak kota dan provinsi di negara itu.  Pihak berwenang akan mengunci provinsi selatan Kandahar, Kabul, dan provinsi pedesaan Logar di tenggara. Sehari sebelumnya, otoritas Afghanistan sudah mengunci Provinsi Herat di barat dan ibu kota provinsi tetangga, Provinsi Farah dan Nimroz, kutip Radio Free Europe/Radio Liberty.

Setelah pertama kali muncul di Wuhan, Cina, pada bulan Desember, virus telah menyebar ke setidaknya 175 negara dan wilayah, menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University yang berbasis di AS.

Data menunjukkan lebih dari 492.600 kasus telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan angka kematian di atas 22.100 dan lebih dari 119.900 pemulihan. (CK/AA/RFE)

 

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here