Kematian Akibat Covid-19 Tembus 1.000, Amerika Siapkan Stimulus

Petugas mendisinfeksi jalanan, stasiun dan tempat-tempat umum dalam langkah-langkah pencegahan penyebaran pandemi virus corona (Covid-19) di Nur Sultan, Kazakhstan (25/3). Foto: Anadolu

Indonesiainside.id, Washington DC – Lebih dari seribu orang di Amerika Serikat meninggal dunia akibat virus corona penyebab Covid-19 sejauh ini. Angka kematian menyentuh empat digit untuk pertama kalinya dan memaksa pemerintah Donald Trump untuk menyuntikkan stimulus besar-besaran ke ekonomi.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins, saat ini ada 1.031 kasus kematian dan AS saat ini memiliki jumlah kasus positif tertinggi ketiga di dunia dengan total 68.572.

Cina, tempat pandemi itu berasal, menempati urutan teratas dengan 81.667 kasus, diikuti oleh Italia dengan 74.386.

Kematian pertama akibat penyakit Covid-19 di AS dilaporkan di negara bagian Washington pada 1 Maret.

Pada Selasa, seorang pejabat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan AS bisa menjadi pusat virus baru setelah akselerasi yang sangat besar dalam jumlah kasus.

“Kami sekarang melihat percepatan yang sangat besar dalam kasus di AS, sehingga memang memiliki potensi itu,” kata juru bicara WHO Margaret Harris.

Menurut angka-angka tersebut, New York memiliki korban jiwa terbanyak dengan total 311. Negara bagian Washington masing-masing melaporkan 100 kematian, sementara New Jersey 44.

Setelah muncul di Wuhan, Cina, pada Desember lalu, Covid-19 telah menyebar ke setidaknya 172 negara dan wilayah, .

Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University yang berbasis di AS, sejauh ini lebih dari 470.900 kasus dikonfirmasi di seluruh dunia, sementara jumlah kematian melebihi 21.200 dan jumlah pasien yang sembuh hampir mencapai 114.012.

Stimulus 2 triliun dolar AS

Presiden Amerika Donald Trump telah meminta kedua majelis Kongres Amerika agar mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) stimulus 2 triliun dolar yang ditujukan untuk membangkitkan kembali perekonomian yang terhenti oleh pandemi virus corona.

Paket ini merupakan yang terbesar untuk membantu warga Amerika dan bisnis yang tutup dalam menghadapi bencana yang terjadi.

Walaupun legislasi itu mencantumkan banyak ketentuan yang bertujuan menghilangkan tekanan ekonomi, ketentuan utama dalam legislasi itu termasuk pembayaran uang tunai kepada individu dan pasangan menikah berpenghasilan kurang dari 99 ribu dolar atau sekitar Rp 1,38 miliar per tahun.

Tunjangan pengangguran ditingkatkan, pembayaran pinjaman mahasiswa ditangguhkan, dan industri penerbangan yang terpukul parah akan mendapatkan bantuan puluhan juta dolar. (EP/aa)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here