Singapura Mengkonfirmasi 73 Kasus Baru Covid-19

Situasi bandara Singapura sebelum Covid-19 melanda. Foto: Anadolu

Indonesiainside.id, Jakarta– Singapura mengkonfirmasi 73 kasus baru Covid-19, jumlah harian tertinggi sejak wabah itu masuk ke negeri singa. Departemen Kesehatan Singapura mengatakan jumlah itu menambah total kasus menjadi 631.

Penambahan itu berasal dari dua klaster baru, pertama dengan jumlah 18 kasus terkait PCF Sparkletots Pra-school di Fengshan Block 126, kutip the Star Malaysia hari Kamis (26/3). Sebanyak 14 kasus di antaranya terjadi pada staf di pra-sekolah, sedang empat lainnya adalah anggota keluarga, termasuk perempuan lokal berusia 47 tahun.

Sementara klaster baru kedua terjadi pada tiga anggota staf di Sekolah Internasional Dover Court. Dalam keterangannya Badan Pengembangan Anak Usia Dini (ECDA) mengatakan PCF akan menutup semua kegiatannya selama empat hari, sepanjang Kamis hingga hari Ahad.

Tujuannya untuk meninjau langkah-langkah pencegahan dan mendisinfeksi seluruh bangunan.  Departemen Kesehatan Singapura juga mengatakan dari 73 kasus baru, 38 di antaranya merupakan impor.

Dari jumlah impor itu, 37 di antaranya adalah warga Singapura yang kembali dan pemegang izin jangka panjang yang telah melakukan perjalanan ke Eropa, Amerika Utara, serta Asia. Pada Rabu, Menteri Kesehatan Gan Kim Yong mengatakan kepada DPR bahwa jumlah kasus COvid-19 akan terus meningkat dalam beberapa pekan mendatang, karena sekitar 200.000 warga Singapura di luar negeri akan kembali.

Pekan lalu saja, lanjut Yong, jumlah kasus Covid-19 di Singapura meningkat dua kali lipat. Singapura juga menutup seluruh outlet hiburan, membatasi pertemuan lebih dari 10 orang, dan meliburkan sekolah.

Penduduk Singapura atau pemilik izin jangka panjang tak akan memperoleh subsidi kesehatan karena Covid-19, jika ingin pergi ke negara lain.  Aturan itu akan berlaku mulai Jumat hingga penghujung April. (CK/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here