Thailand Lockdown, Terjunkan Militer dan Berlakukan Jam Malam Cegah Corona Meluas

Thailand memberlakukan lockdown. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Bangkok – Thailand memberlakukan jam malam dan menutup semua pintu perbatasan negara mulai hari ini hingga 30 April, demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Periode ini adalah titik balik transmisi Covid-19 di Thailand,” kata Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, Kamis(26/3).

Prayut telah mengerahkan angkatan bersenjata untuk mendirikan pos-pos di seluruh perbatasan negara.

Wakil Perdana Menteri Wissanu Krea-ngam menambahkan bahwa pengawasan tersebut akan diberlakukan selama 24 jam.

“Dengan pengecualian untuk mereka yang mencari perawatan medis, ke pengadilan atau bekerja dalam layanan penyiaran,” ujar Wissanu, kutip Bangkok Post hari ini.

Prayut telah mengesahkan Keputusan Darurat dan menerbitkan 16 instruksi peringkat pertama.

Salah satu instruksi itu menyoal larangan orang asing memasuki Thailand, kecuali diplomat, sopir dan pilot.

Namun perdana menteri masih mengizinkan warga negara Thailand yang terdampar di negara lain untuk masuk, jika memiliki sertifikat kesehatan bebas Covid-19.

Pemerintah juga melarang warganya untuk keluar negeri dan menggelar pertemuan massal.

Pemerintah meminta warga berusia lima tahun ke bawah dan manula 70 tahun ke atas untuk tetap tinggal di rumah.

Prayut mengatakan perlu langkah lebih ketat untuk mencegah penyebaran virus, seiring situasi yang kian memburuk. “Saya meminta Anda untuk patuh dan bertanggung jawab, ini dilakukan untuk melindungi kehidupan. Jika kita menanggapinya dengan serius, kita bisa melewati ini,” urai dia.

Catatan Center for Systems Science and Engineering (CSSE) Universitas Johns Hopkins, hingga Kamis pukul 11.00, Covid-19 menginfeksi 934 orang di Thailand, empat di antaranya meninggal dan 70 lainnya telah pulih.(EP/aa)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here