Tujuh Kasus Baru Terinfeksi Covid-19 di Jalur Gaza

Indonesiainside.id, Gaza-Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas mengumumkan pada Rabu (25/3) malam bahwa tujuh kasus baru terinfeksi COVID-19. Korban telah dikarantina di wilayah selatan daerah kantong pesisir tersebut.

Dalam pernyataan pers yang dikirim melalui surel, pihak kementerian menyebutkan bahwa ketujuh orang itu merupakan petugas keamanan.  Mereka telah melakukan kontak dengan dua orang positif COVID-19 pada Sabtu (21/3) pekan lalu ketika datang dari Pakistan melalui titik Penyeberangan Perbatasan Rafah dengan Mesir.

“Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa ketujuh orang positif tersebut telah dimasukkan dalam karantina khusus. Mereka tidak meninggalkan karantina di titik Penyeberangan Rafah dan mereka tidak berinteraksi dengan siapa pun dari luar pusat karantina itu,” kata pernyataan tersebut.

Pernyataan itu menegaskan bahwa tidak ada kasus COVID-19 yang tercatat masuk ke Jalur Gaza.  Sebelumnya pada Rabu (25/3), seorang wanita Palestina dinyatakan meninggal, sementara dua kerabatnya yang terinfeksi virus tersebut dipindahkan ke pusat karantina, demikian dikatakan Ibrahim Melhem, juru bicara pemerintah Palestina.

Jumlah akumulatif warga Palestina yang terinfeksi COVID-19 naik menjadi 71, termasuk sembilan di Jalur Gaza dan 62 di Tepi Barat. Melhem mengatakan 16 orang telah dinyatakan sembuh di Tepi Barat.

Otoritas Hamas, yang memerintah Jalur Gaza sejak tahun 2007, mengambil berbagai langkah preventif ketat guna mencegah penyebaran COVID-19 di daerah kantong berpopulasi 2 juta jiwa yang padat. (CK/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here