WHO Desak Seluruh Negara Miliki Opsi Kedua Hentikan Transmisi Virus Corona

Tedros Adhanom Ghebreyesu
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesu. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Geneva – Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mendesak pemimpin negara di seluruh dunia untuk menggunakan opsi kedua melawan wabah. WHO menyebutnya sebagai kesempatan kedua untuk menghentikan transmisi virus corona (Covid-19).

WHO memperingatkan kepada seluruh negara, pilihan lockdown atau penguncian tidak akan menghentikan transmisi dari epidemi itu di wilayahnya. Tedros merekomendasikan enam tindakan utama untuk memungkinkan tindakan yang lebih tepat dan terarah bagi seluruh negara.

Secara khusus, Tedros meminta negara-negara untuk memperluas, melatih dan mengerahkan tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan masyarakat, serta menerapkan sistem untuk menemukan setiap kasus yang dicurigai di tingkat masyarakat, dan meningkatkan produksi, kapasitas dan ketersediaan pengujian. Dia juga menyarankan untuk mengidentifikasi, mengadaptasi, dan melengkapi fasilitas untuk merawat dan mengisolasi pasien, mengembangkan rencana dan proses yang jelas untuk melacak kontak, serta memfokuskan kembali seluruh pemerintahan untuk menekan dan mengendalikan Covid-19.

“Langkah-langkah ini adalah cara terbaik untuk menekan dan menghentikan transmisi, sehingga ketika lockdown dicabut, virus tidak muncul kembali,” kata Tedros dilansir dari Xinhua, Kamis (26/3).

Saat ini, WHO menunjukkan total 416.686 kasus Covid-19 dilaporkan di seluruh dunia pada pukul 18:00 CET (1700 GMT) Rabu, ketika virus menyebar ke 196 negara dan wilayah. Sedangkan jumlah kematian global dari Covid-19 telah meningkat menjadi 18.589.

Di luar Cina, jumlah kasus yang dikonfirmasi telah meningkat menjadi 334.817. Di antaranya lebih dari 190.000 kasus dilaporkan oleh empat negara yang paling terkena dampak dengan masing-masing lebih dari 30.000 kasus, yaitu Italia, Amerika Serikat, Spanyol, dan Jerman. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here