Menkes Turki Konfirmasi 2.148 Kasus Covid-19 Dalam Kurun Waktu 24 Jam

Uruguay - Tunawisma tidur di jalanan Montevideo, Uruguay (31/3/2020). Sejak kasus pertama virus corona (Covid-19) terdeteksi pada 13 Maret, pemerintah mengeluarkan kebijakan darurat kesehatan, penutupan sebagian perbatasan, penangguhan semua pertunjukan publik dan sekolah serta universitas. Agensi Anadolu/Carlos Lebrato

Indonesiainside.id, Ankara – Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, mengkonfirmasi bahwa saat ini Turki memiliki 15.679 kasus virus corona (Covid-19) pada hari Rabu (1/4). Angka tersebut, kata dia, merupakan peningkatan dari 2.148 kasus yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Sementara, Koca juga melaporkan angka kematian yang bertambah 63 orang, sehingga menjadikannya total 277 kematian di Turki.

Dilansir dari Turkish Minute, Koca memposting grafik yang menunjukkan angka-angka terbaru kasus virus corona di Turki. Grafik tersebut dia tunjukkan setelah melakukan pertemuan dengan dewan ilmiah yang membantu kementerian kesehatan Turki.

Menurut grafik, 14.396 hasil tes telah masuk sejak Senin, dan 333 pasien telah dikeluarkan dari rumah sakit sejak awal wabah tersebut terkonfirmasi di Turki. Sebanyak 1.671 orang dirawat di rumah sakit selama epidemi, di antaranya 979 berada dalam perawatan intensif.

Salah satu yang meninggal karena virus corona hari ini adalah Profesor Cemil Taşçıoğlu, seorang dokter medis terkemuka di Turki yang telah dirawat di rumah sakit selama beberapa waktu. Koca mengatakan kepada wartawan dalam konferensi pers pada hari Rabu bahwa, 601 tenaga profesional kesehatan dinyatakan positif untuk Covid-19.

Kasus pertama virus corona di Turki dikonfirmasi oleh Koca pada 11 Maret. Sejak itu, kasus-kasus di Turki meningkat tajam. Para ahli mengatakan peningkatan jumlah kasus secara eksponensial merupakan bahaya besar bagi publik Turki.

Terdapat klaim bahwa jumlah kasus Covid-19 di Turki sebenarnya lebih tinggi daripada yang diumumkan secara resmi oleh pemerintah. Menurut parlemen Turki, hal ini karena banyak kasus yang tidak diketahui karena pemerintah tidak memberlakukan tes secara massal.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here