Saatnya Pulang, Pemerintah Australia Usir Halus Pemegang Visa Sementara

Suasana di Sydney Harbour Bridge di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Sydney, Australia. Foto: Anadolu Agency/ Steven Saphore

Indonesiainside.id, Canberra – Pemerintah Australia mengatakan bahwa lebih dari 2 juta pemegang visa sementara di Australia harus kembali ke negara masing-masing secepat mungkin. Kebijakan ini menyusul pandemi virus corona yang menyebabkan banyaknya pengangguran dan penurunan ekonomi.

Pejabat di Kementerian Kependudukan, Kota dan Infrastruktur Perkotaan, Alan Tudge, berharap kepada para pemegang visa sementara untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan tidak bergantung pada dukungan pemerintah selama di Australia.

Dia mengimbau kepada para pemegang visa sementara yang tidak dapat menghidupi diri mereka sendiri dalam waktu enam bulan ke depan, sangat dianjurkan untuk pulang ke negara masing-masing.

“Untuk orang-orang ini saatnya pulang. Mereka harus membuat jadwal (pulang) secepat mungkin,” kata Tudge dilansir dari sbs.com.au, Sabtu (4/4).

Tudge juga mengumumkan bahwa pelajar internasional dapat menggunakan dana pensiun (jika di Indonesia bernama Jamsostek) mereka untuk mengatasi krisis ini. Tudge memberi pilihan para pelajar internasional di Australia harus memiliki tambahan jam kerja setidaknya 20 jam dalam seminggu untuk menghidupi diri mereka.

Mahasiswa di Universitas Victoria, Olena Nguyen, mengatakan dia ragu apakah mengakses dana pensiun akan cukup untuk menghidupi para pelajar. Hal ini dikarenakan banyak yang memiliki saldo dana pensiun yang rendah.

“Saya tidak yakin apakah itu cukup untuk siswa internasional. Selama ini, pelajar internasional adalah kelompok yang paling rentan dan kami membutuhkan dukungan,” ungkapnya.

Dia meminta pihak universitas untuk menawarkan pengurangan biaya dan pengembalian uang kepada siswa internasional yang telah membayar biaya penuh. Selain itu, dia meminta agar pelajar untuk diberikan akses kesejahteraan selama krisis pandemi.

Terkait hal itu, Tudge mengatakan pemerintah federal sedang berdiskusi dengan pihak universitas untuk membantu memberikan bantuan biaya kepada pelajar internasional. “Pemerintah terlibat dengan sektor pendidikan internasional yang telah memberikan beberapa dukungan keuangan bagi pelajar internasional yang menghadapi kesulitan,” katanya. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here