3.200 Orang Ditangkap di Zimbabwe Karena Langgar Kebijakan Lockdown

Indonesiainside.id, Harare— Lebih dari 3.200 orang di Zimbabwe ditangkap karena melanggar kebijakan karantina wilayah (lockdown). Menurut Menteri Informasi, Publisitas dan Layanan Penyiaran Zimbabwe Monica Mutsvangwa pada Kamis (9/4) negara itu melakukan kebijakan pembatasan untuk mengekang pendemi corona.

Zimbabwe mulai menerapkan lockdown nasional selama 21 hari sejak 30 Maret. Hanya orang-orang yang bekerja di bidang layanan esensial yang diizinkan beroperasi, sementara anggota masyarakat lainnya diminta tinggal di rumah dan hanya keluar untuk membeli kebutuhan pokok, antara lain makanan dan obat-obatan.

Namun demikian, Mutsvangwa mengatakan sejumlah warga Zimbabwe melanggar peraturan tersebut. “Saya kecewa melihat beberapa warga membahayakan diri sendiri dan orang-orang di sekeliling mereka dengan mengabaikan aturan lockdown.”

“Hingga saat ini, 3.251 orang di seluruh Zimbabwe telah ditangkap usai kedapatan melanggar kebijakan lockdown,” paparnya dalam sebuah pernyataan.

Mutsvangwa mendesak masyarakat untuk menunjukkan tanggung jawab dan mematuhi peraturan lockdown. Sejauh ini, Zimbabwe telah mencatat 11 kasus dan tiga kematian akibat COVID-19. (CK/Ant/Xh)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here