Militer Thailand Pangkas Anggaran Pertahanan, Serius Tangani Covid-19

Komandan Angkatan Laut Laksamana Ruechai Ruddit /Pattaya Mail

Indonesiainside.id, Jakarta-Angkatan bersenjata Thailand sepakat untuk mengurangi anggaran pertahanan sementara pemerintah mengalihkan dana untuk mengatasi Covid-19, lansir Bangkok Post, Jumat (10/4). Panglima militer menanggapi seruan untuk memangkas anggaran pertahanan, termasuk anggaran yang diperuntukkan bagi pengadaan senjata, sehingga dananya dapat dikumpulkan untuk membantu membiayai upaya mengatasi penyebaran virus corona.

Komandan Angkatan Laut Laksamana Ruechai Ruddit pada Kamis mengatakan bahwa angkatan laut siap menyerahkan sebagian anggaran yang dialokasikan untuk pasukan ke kas negara. Dia menjelaskan bahwa uang itu akan dipotong dari beberapa proyek, sementara rencana lain termasuk pekerjaan konstruksi, yang dianggap tidak mendesak, akan ditunda.

“Selain itu, dana untuk pelatihan dan wisata studi di luar negeri juga akan dibatalkan,” kata Laksamana Ruechai, seperti dikutip oleh Bangkok Post. Namun, angkatan laut tidak bisa menghentikan proyeknya untuk membeli dua kapal selam senilai total THB22 miliar dengan rencana pembayaran yang terbagi selama tujuh tahun, termasuk tahun fiskal saat ini.

Laksamana Ruechai mengatakan kesepakatan pembelian telah dibuat dengan Cina dengan kewajiban kontrak yang ketat.

Namun, pembicaraan dengan produsen dimungkinkan untuk menurunkan pembayaran selama wabah Covid-19. Revisi anggaran akan disusun dan disampaikan kepada Departemen Pertahanan untuk disetujui,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Angkatan Udara Maanat Wongwat mengatakan pasukannya juga sedang mencari celah bagi pemotongan yang bisa dilakukan.

“Diharapkan bahwa program untuk meningkatkan jet Alpha dapat ditunda. Perjalanan dan seminar ke luar negeri akan dihilangkan dan uangnya akan dikembalikan kepada pemerintah,” ujar Wongwat.

Panglima militer Apirat Kongsompong mengatakan dia juga sedang mempelajari proyek-proyek pengadaan apa saja yang dapat dibatasi. Dia menjawab pertanyaan apakah rencana tentara untuk membeli kendaraan lapis baja dari AS dan Cina akan terpengaruh.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Kongcheep Tantravanich mengatakan pemotongan anggaran tidak boleh membahayakan kemampuan pertahanan. (CK/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here