Perempuan Muslim Gugat Polisi di New York Setelah Dipaksa Lepas Hijabnya

Foto: Huffpost

Indonesiainside.id, New York – Seorang perempuan Muslim menggugat polisi di New York kedalam gugatan hak sipil federal. Kasus gugatan tersebut datang ketika seorang polisi memaksanya untuk melepaskan jilbabnya untuk berfoto formal untuk syarat pembuatan sebuah surat penting.

Perempuan muslim tersebut diketahui bernama Ihsan Malkawi, yang dalam gugatannya mengatakan bahwa dia dan suaminya ditangkap di Yonkers di distrik Westchester atas tuduhan penyalahgunaan. Ketika dia dipenjara, Malkawi dituduh dipaksa untuk melepas jilbabnya.

Dilansir dari NBC News, hal itu dinilai sebagai sebuah tindakan yang merendahkan dan mempermalukan. Meskipun di Yonkers hal tersebut sudah biasa terjadi, meskipun tidak konstitusional di negara bagian lain.

Kasus itu bermula terjadi ketika sebuah tuntutan di Kota Yonkers menyatakan bahwa pada 25 Agustus 2019, anak dari Malkawi dan suaminya mencoba melarikan diri. Namun, Malkawi dan suaminya menemukan anaknya pada malam harinya dan membawanya pulang.

Sesampainya di rumah, ketiganya kemudian berdebat tentang keinginan putrinya untuk kembali ke Michigan, tempat mereka sebelumnya tinggal. Keesokan harinya, tanpa sepengetahuan orang tuanya yang sedang mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah, anak mereka menelepon 911 dan dengan keliru menuduh bahwa ibu dan ayahnya telah menyerangnya dengan ikat pinggang dan tongkat gorden pada malam sebelumnya.

Ketika pasangan itu kembali ke rumah, mereka bertemu dengan tiga petugas kepolisian Yonkers yang memerintahkan mereka untuk pergi ke kantor polisi terdekat. Pasangan itu setuju dan pergi ke kantor polisi, di mana mereka bertemu dengan lebih banyak petugas dan penyelidik dari New York Child Protection Services.

Petugas melakukan penyelidikan kepada Malkawi dan suaminya secara terpisah. Setelah Malkawi bertemu dengan penyelidik dari lembaga kesejahteraan anak, dia ditangkap, diborgol, dan dibawa ke sel tahanan.

Malkawi menyatakan dalam gugatan bahwa dia diambil dari selnya oleh petugas wanita yang memerintahkannya untuk melepas jilbabnya untuk sebuah foto. Petugas wanita itu mengatakan kepada Malkawi bahwa, ‘anda tidak dapat mengambil foto atau masuk ke sel dengan jilbab’.

Malkawi mengatakan kepada petugas bahwa dia tidak bisa melepasnya karena itu bukan gaya aksesoris tetapi penting bagi keyakinan agamanya. Petugas perempuan lalu berkonsultasi dengan penyelia laki-laki, yang menolak untuk mengizinkan Malkawi mempertahankan jilbabnya untuk difoto. Para petugas mengatakan kepada Malkawi bahwa ada hukuman yang akan dia jalani ketika dia tidak ingin melepaskan hijabnya.

Gelisah, bingung, dan takut akan tuduhan kriminal yang lebih lanjut, akhirnya dengan terpaksa Malkawi melepas jilbabnya untuk difoto. Malkawi menghabiskan malam di penjara tanpa jilbabnya dan dibawa ke penjara kota untuk diproses di mana dia difoto untuk kedua kalinya tanpa penutup kepala. Dia ditinggalkan di sel tahanan selama hampir 12 jam dan dipaksa untuk mengenakan baju lengan pendek. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here